Hari ini, Kamis 27/2/2025, Departemen Teknik Kimia ITS mengadakan sidang promosi untuk enam doktor baru yang akan diwisuda bulan April nanti. Dari enam doktor baru tersebut, dua diantaranya dari Lab Elektrokimia dan Korosi, yaitu: Dr. Juliananda dan Dr. Nur Shiyama Purnama Sari.


Dr. Juliananda menyampaikan disertasinya tentang pembangkit uap air sinar matahari dengan teknik pemanasan lokal. Bahan yang digunakan untuk membangun alat tersebut berasal dari limbah biomassa sabut kelapa, yang kandungan utamanya selulosa dan lignin. Setelah dipisahkan, selulosa dibuat menjadi substrat aerogel pengangkut air dengan gaya pipa kapiler; lignin, dikombinasikan dengan nanopartikel magnetite, diubah menjadi bahan fototermal yang berfungsi mengubah energi surya menjadi panas untuk menguapkan air. Temuan kunci riset yang dilakukan Dr. Nanda adalah teknik untuk menyelaraskan serat selulosa agar sejajar vertikal dengan bantuan medan listrik ketika membuat aerogel dengan metode alkali-urea dan pengeringan beku. Temuan ini telah dipublikasikan di Cellulose dan Industrial & Engineering Chemistry Research.




Masih berkaitan dengan sabut kelapa, Dr. Nur Shiyama Purnama Sari memaparkan disertasinya tentang elektrolit hidrogel untuk baterai timbal-asam, atau sehari-hari dikenal dengan aki. Baterai jenis ini menguasai pasar baterai di seluruh dunia, yang digunakan untuk otomotif, baterai cadangan, baterai penyimpan energi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan masih banyak lagi. Dalam keadaan cair, meskipun lambat, elektrolit di dalam aki akan mengalami penguapan sehingga secara berkala harus ditambahkan aquadest. Untuk menanggulangi hal ini, gel polimer elektrolit, umumnya berbasis fumed silica, dibuat untuk mengimobilisasi elektrolit. Ini bisa mencegah penguapan dan bisa menghilangkan kegiatan perawatan penggantian pelarut berkala. Dr. Ima menawarkan hidrogel selulosa, yang lebih murah dan ramah lingkungan, untuk menggantikan fumed silica yang harganya mahal dan pembuatannya rumit. Temuan kunci riset ini adalah teknik membuat hidrogel selulosa dari sabut kelapa yang memiliki kekuatan mekanik yang memadai, kemampuan menahan elektrolit sampai 820% dari keringnya, dan yang tidak kalah penting konduktivitas ionnya dapat disetarakan dengan larutan asam sulfat bebas (tidak diimobilisasi). Temuan ini telah dipublikasikan di Energy Technology.










Leave a comment