Buku simulasi proses karya Prof. Heru Setyawan

Telah terbit buku berjudul: “Pengantar untuk Simulasi Proses dengan Aspen HYSYS” oleh Prof. Heru Setyawan. Buku ini dimaksudkan untuk mengisi jurang pemisah dalam literatur yang tersedia untuk pemakai simulator proses, terutama Aspen HYSYS, yang belum berpengalaman yang, sembari mengembangkan kemampuannya, perlu referensi yang menyediakan dasar-dasar simulasi proses. Buku ini sangat berguna untuk mahasiswa yang mengambil mata kuliah Sintesa Proses, Perancangan Proses, Perancangan Pabrik Kimia atau mata kuliah sejenis dan para praktisi dibidang rekayasa dan operasi proses.

Dapatkan di toko buku terdekat atau belanja on line melalui: Penerbit Andi.

simulasi-proses2.jpg

Buku ini mulai dengan sebuah bahasan tentang peran penting simulasi proses di industri kimia dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam melakukan simulasi proses agar didapatkan hasil yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan. Bahasan kemudian dilanjutkan dengan kajian ulang mengenai hukum konservasi dengan penekanan pada neraca massa dan neraca panas. Kajian ulang thermodinamika dengan penekanan pada konsep yang mendukung model yang digunakan untuk melakukan simulasi proses diberikan secara komprehensif. Ini terutama menyangkut kesetimbangan fasa, dasar perhitungan enthalpy dan persamaan keadaan.

Bahasan kemudian masuk ke simulasi proses, dengan terlebih dahulu diuraikan sekilas tentang Aspen Hysys, paket fluida yang tersedia dan bagaimana menentukan paket fluida/model thermodinamika yang cocok untuk sistem komponen yang akan disimulasikan. Baru setelah itu, bagaimana melakukan simulasi dengan Aspen Hysys dan cara menggunakan berbagai fasilitas yang tersedia untuk menginterpretasikan hasil simulasi diuraikan dengan beberapa contoh kasus termasuk melakukan studi parametrik dari proses yang umum di industri.

Pemakaian simulasi proses untuk melakukan perhitungan teknik kimia pada jaman modern dengan kemampuan komputer yang sangat luar biasa meningkat dengan tajam akhir-akhir ini. Perhitungan dengan pensil dan kertas seperti jaman dulu sering tidak masuk akal. Sekarang, perangkat lunak baru mampu melakukan perhitungan teknik kimia hanya dalam hitungan detik, jauh lebih cepat dibandingkan jika dikerjakan dengan tangan.

Bayangkan ketika ada tugas untuk merancang kolom distilasi untuk menghasilkan produk atas benzena 90% dan produk bawah toluena 95%. Pertama, data VLE untuk benzena-toluena harus dicari, diagram xy harus disusun, garis umpan digambar, dan jumlah tray McCabe-Thiele ditentukan. Kemudian, neraca massa dan energi dihitung, titik embun produk atas dan titik didih produk bawah diperkirakan, dan beban kondensor dan reboiler ditentukan. Setelah itu berkutat dengan persamaan hidrolik yang susah untuk menentukan diameter kolom, dan seterusnya, dan seterusnya sampai sistem selesai dirancang.

Dan kemudian ada keputusan bahwa yang diinginkan adalah 95% benzena, tetapi dengan umpan 1.000 kg/jam, bukan 700 kg/jam…?

Tampaknya layanan rekayasa proses tidak lagi sesuai atau lengkap tanpa adanya perangkat lunak simulasi proses yang komprehensif dan insinyur kimia yang sangat terlatih dalam pemakaiannya. Ketersediaan komputer dan perangkat lunak simulasi proses komersial yang handal dan canggih secara luas memungkinkan penggunaan perangkat lunak tersebut oleh mahasiswa dan industri. Perangkat lunak yang sekarang tersedia di pasar, mis.: Aspen HYSYS, memiliki kemampuan yang sangat kuat, tetapi operasinya masih memerlukan tingkat ketrampilan dan pemahaman yang tinggi dari operator untuk memperoleh hasil yang bermakna dalam situasi yang kompleks.

Buku ini dimaksudkan untuk mengisi jurang pemisah dalam literatur yang tersedia untuk pemakai simulator proses, terutama Aspen HYSYS, yang belum berpengalaman yang, sembari mengembangkan kemampuannya, perlu referensi yang menyediakan dasar-dasar simulasi proses. Meskipun referensi masing-masing prinsip dasar seperti neraca massa dan panas, dan thermodinamika sudah banyak, namun yang memadukannya  dengan aplikasi untuk simulator proses masih sangat jarang ditemukan.

Selain di atas, buku ini juga dimaksudkan untuk menyediakan dasar teori yang diperlukan untuk pemakaian efektif Aspen HYSYS dan mencakup bidang pemodelan proses dan algoritma penyelesaiannya, hukum konservasi dan dasar-dasar thermodinamika. Setelah itu, pemakaian Aspen HYSYS diperkenalkan dan bagaimana menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Aspen HYSYS dapat digunakan secara efektif dan optimal untuk menyelesaikan masalah rekayasa proses. Hal ini dilakukan dengan secara langsung memberikan studi kasus untuk proses-proses kimia umum dan bagaimana Aspen HYSYS dapat membantu melakukan analisa dan studi parameter proses tersebut. Akan tetapi perlu dicatat disini bahwa buku ini bukan dimaksudkan sebagai User Manual.

Setelah mulai mengajar mata kuliah Sintesa dan Simulasi Proses di Departemen Teknik Kimia – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan memanfaatkan Aspen HYSYS kepada mahasiswa sarjana tingkat terakhir, penulis menjadi sadar akan tiadanya buku yang sesuai dengan tingkat yang tepat. Tidak dapat dipungkiri, buku ini, yang dikembangkan dari catatan kuliah dan bahan pelatihan simulasi proses untuk industri, disusun dengan mahasiswa penulis sendiri sebagai sasaran pemakai. Jadi, pertama dan terpenting, penulis berharap bahwa buku ini akan cukup berharga sebagai bahan tambahan atau pendamping belajar-mengajar untuk mendukung kuliah Sintesa dan Simulasi Proses pada tingkat sarjana dan pascasarjana. Namun demikian, untuk menjembatani celah antara konsep dasar neraca massa dan panas, dan thermodinamika dan praktek industri terapan, penulis yakin bahwa buku ini juga akan bermanfaat bagi insinyur profesional di industri, yang terlibat dalam produksi dan rekayasa proses kimia. Mereka pasti memerlukan sebuah panduan referensi yang lengkap tetapi user-friendly untuk semua latar belakang pengetahuan yang dibutuhkan untuk mengoperasikan Aspen HYSYS atau perangkat lunak simulasi proses lainnya. (hs)

Kuliah Perpisahan Ir. Minta Yuwana, MS.

Ir. Minta Yuwana merupakan salah satu dosen yang memiliki dedikasi dan komitmen yang kuat dengan pemikiran-pemikirannya yang luar biasa untuk memajukan Jurusan Teknik Kimia ITS, sampai pensiun 1 November 2016. Salah satu karyanya yang fenomenal adalah “Yuwana tuning method” dalam bidang pengendalian proses, yang dipublikasikan di AIChE J dan telah dirujuk ratusan kali. Metoda tersebut merupakan dasar penyetelan alat pengendali modern yang saat ini banyak dipakai di industri. Karya lainnya adalah pengembangan metoda pembelajaran menggunakan Excel.

Aula Oedjoe Djoeriaman, Departemen Teknik Kimia ITS
29 Oktober 2016

Prof. Heru Setyawan Receives Barmawi Award 2016

He receives this award in recognition of his excellence research contribution in the field of materials science and technology, especially in Indonesia.

barmawiawrds

Prof. Heru Setyawan receives Barmawi Award 2016, sponsored by Materials Research Society – Indonesia (MRS-Id), for his excellence research contributions in the field of materials science and technology. This award is given to honor outstanding individual with ages over 40 years old, who has active and produce excellence research for the advancements of materials science and technology in Indonesia. It is presented every two years at the MRS-Id Meeting.

The Barmawi Award 2016 was bestowed to Prof. Heru Setyawan by the Chairman of MRS-Id, Prof. Mikrajuddin, at the MRS-Id Meeting 2016 held in Bandung from 24 – 26 October 2016.

Perpisahan Ir. Minta Yuwana, MS

Kepala Laboratorium Elektrokimia dan Korosi

Mengundang alumni Lab. Elkim, mantan mahasiswa bimbingan Bpk. Minta Yuwana, alumni Teknik Kimia ITS untuk hadir pada:

Hari, tanggal: Sabtu, 29 Oktober 2016
Waktu: 09.00 WIB – Selesai
Tempat: Aula Oedjoe Djoeriaman
Acara: Perpisahan bpk. Ir. Minta Yuwana, MS yang memasuki pensiun

Konfirmasi kehadiran
Fahmi Reza Wijanarko (085695462663)
Kontribusi dapat ditransfer ke rek 8010151547 (BCA) a/n Fahmi Reza Wijanarko


“Remember me and smile, for it’s better to forget than to remember me and cry.”

Further information:
Fahmi Bamazroe (+62 857-4816-5827)
Anggita Ayu (+62 821-3268-8840)

Most cited Advanced Powder Technology articles

aptsem
SEM image and particle size distribution of magnetite nanoparticles

Our article published in Advanced Powder Technology in 2012 is listed in the most cited articles of Advanced Powder Technology, for articles published in the journal since 2011. Our article is

Fauziatul Fajaroh | Heru Setyawan | W. Widiyastuti | Sugeng Winardi

The data for the citation number were extracted from SCOPUS database. The complete list of the most cited articles can be read in

http://www.journals.elsevier.com/advanced-powder-technology/most-cited-articles

 

Abstract

A simple surfactant-free electrochemical method is proposed for the preparation of magnetite nanoparticles using iron as the anode and plain water as the electrolyte. This study observed the effects of certain parameters on the formation of magnetite nanoparticles and their mechanism in the system, including the role of OH ions, the distance between electrodes and current density. We found that OH ions play an important role in the formation of magnetite nanoparticles. Particle size can be controlled by adjusting the current density and the distance between electrodes. Particle size increases by increasing the current density and by decreasing the distance between electrodes. Particle formation cannot be favored when the distance between electrodes is larger than a critical value. The magnetite nanoparticles produced by this method are nearly spherical with a mean size ranging from 10 to 30 nm depending on the experimental conditions. They exhibit ferromagnetic properties with a coercivity ranging from 140 to 295 Oe and a saturation magnetization ranging from 60 to 70 emu g−1, which is lower than that of the corresponding bulk Fe3O4 (92 emu g−1). This simple method appears to be promising as a synthetic route to producing magnetite nanoparticles.

 

 

Super-absorbent dari kertas bekas berhasil menjuarai Green Wave Environmental Care Competition

Tim Lab. Elektrokimia dan Korosi, Jurusan Teknik Kimia ITS berhasil membawa pulang penghargaan tertinggi “Tertiary Level” pada Green Wave Environmental Care Competition 2015. Upacara penyerahan penghargaan diberikan di Marina Mandarin, Singapura oleh Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura pada tanggal 26 Februari 2016. Proyek yang diusung adalah super-absorbent aerogel yang dapat digunakan untuk membersihkan tumpahan minyak.

 

Pengumuman pemenang di Strait Times

Foto-foto penganugerahan penghargaan

Green Wave Environmental Care Competition merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Sembcorp Marine sejak tahun 2003. Ditunjukkan dengan kreativitas, inovasi dan aplikasi praktis berkualitas tinggi, sejumlah 850 siswa mengirimkan 234 proyek untuk kompetisi sepanjang tahun 2015, untuk mengatasi seluruh tantangan lingkungan yang merentang dari pelestarian air dan manajemen limbah sampai perlindungan ekosistem.

Kompetisi 2015 berakhir dengan upacara penyerahan penghargaan tanggal 26 Februari 2016 di Marina Mandarin, dengan tamu kehormatan Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Air Singapura, bapak Masagos Zulkifli bin Masagos Mohamad, yang menyerahkan hadiah untuk 59 tim dari kategori SD, SMP, SMA, politeknik dan universitas.

Kompetisi Green Wave, yang dimulai tahun 2003, telah menjadi platform bagi siswa Singapura untuk memamerkan gagasan ramah lingkungan selama 13 tahun. Pada tahun 2014, kompetisi diperluas sampai tingkat universitas dan juga mengundang peserta dari luar Singapura.

Mengomentari perkembangan positif ini, Presiden & CEO Sembcorp Marine Wong Weng Sun, dalam press release mengatakan: “Adanya pemenang dari Indonesia menunjukkan bahwa ada bakat yang sangat banyak untuk penyelesaian lingkungan inovatif di region ini. Melalui Green Wave, kami ingin mendorong tukar menukar gagasan inovatif untuk membantu agar setiap orang mengelola dengan lebih baik tantangan lingkungan pada garda depan lokal, regional dan global.”

Setelah melewati tahapan seleksi yang ketat, 10 tim masuk dalam daftar pendek untuk mengikuti babak final yang diselenggarakan pada 29 Oktober 2015 di Singapura. Dua dari 10 tim yang masuk babak final berasal dari ITS, yaitu tim dari Jurusan Teknik Kimia dan tim dari Jurusan Transportasi Laut. Dalam sesi ini, setiap tim memaparkan proyek yang mereka usulkan, menjelaskan prototipe dan mendemonstrasikan bagaimana prototipe bekerja. Tim Jurusan Teknik Kimia berhasil memenangkan hadiah kedua (SGD 6000) dan tim Jurusan Transportasi Laut hadiah ketiga (SGD 4000). Hadiah pertama (SGD 10000) tidak diberikan pada kompetisi 2015 ini karena tidak ada tim yang memenuhi kriteria standar yang sangat tinggi.

Selain memenangkan hadiah kedua dan ketiga, dua anggota tim memperoleh penghargaan sebagai penyaji terbaik (masing-masing menerima SGD 200), yaitu: Jannatun Cintya Dewi dari Jurusan Teknik Kimia dan Bima Erza Zakaria dari Jurusan Transportasi Laut. (hs)

Tiga proposal PKMPE lolos untuk didanai

Cell Aerogel

Hasil evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang perguruan tinggi negeri tahun 2016 secara resmi telah diumumkan (disini). Lab. Elektrokimia dan Korosi, Jurusan Teknik Kimia ITS kembali menorehkan prestasinya dengan meloloskan >75% proposal berhasil untuk didanai. Mahasiswa Lab. Elektrokimia dan Korosi untuk pendanaan 2016 telah mengirimkan 4 proposal PKMPE. Dari 4 proposal yang dikirim tersebut, 3 diantaranya berhasil lolos untuk didanai, yaitu:

  1. Sintesis Komposit Silika-Karbon dari Waterglass dan Gula dengan Metoda Sol-Gel sebagai Adsorbent Umum yang Unggul (Tsalatsa Salsabila dkk.).
  2. Ekstraksi Anthocyanine dari Kulit Terong Ungu Untuk Bahan Pewarnaan Untuk Dye-Sensitized Solar Cell (DSCC) Berbasis Lapisan Tipis ZnO (Muhammad Iqbal dkk.).
  3. Superabsorben Aerogel Selulosa dari Kertas Bekas sebagai Penyerap Tumpahan Minyak di Laut (Nur Anggita Ayu dkk.).

Topik-topik tersebut merupakan topik unggulan yang secara kontinyu diteliti di Lab. Elektrokimia dan Korosi, Jurusan Teknik Kimia ITS.