Author Archives: Admin

About Admin

Laboratory Electrochemistry and Corrosion belongs to the Department of Chemical Engineering, Sepuluh Nopember Institute of Technology, Indonesia. We conduct research in the fields of synthesis of particles using electrochemical and sol-gel methods, inorganic coating of metals to prevent corrosion, synthesis of materials from industrial waste and particle coating for specific purposes such as slow-release fertilezer.

Menata artikel untuk publikasi jurnal (Bag. 2)

Balik ke Bag. 1

Gambar 1. Membangun artikel.

Setelah memahami bagaimana membangun sebuah artikel dengan urutan seperti Gambar 1, sekarang kita lanjutkan dengan Pendahuluan. Pendahuluan digunakan untuk menyediakan konteks bagi sebuah naskah, dan meyakinkan pembaca mengapa penelitian yang ditulis memajukan bidang ilmu terkait. Oleh sebab itu, Pendahuluan dibuat ringkas tetapi cukup memberi informasi kepada pembaca mengapa penelitian ini penting. Pendahuluan dari Surat (Letters) lebih singkat, kadang-kadang hanya satu paragraf. Bagian ini tidak harus menjadi pelajaran sejarah tetapi benar-benar memasukkan penelitian publikasi utama dimana penelitian yang ditulis didasarkan. Sitasi beberapa artikel orisinil dan penting, termasuk artikel telaah ulang terkini, untuk memberi kesan kepada pembaca bagaimana penelitian yang ditulis pas masuk dalam literatur bidang ilmu terkait. Akan tetapi, perhatikan untuk tidak mensitasi pustaka yang tidak relevan, termasuk milik sendiri.

Masalah yang dicoba untuk diselesaikan harus dengan jelas diuraikan dalam Pendahuluan. Selain itu, penyelesaian dan batasannya juga harus diidentifikasi dan dijelaskan. Perspektif yang konsisten dengan jurnal dimana artikel ini akan dikirim harus diberikan dengan baik. Meskipun cukup menggoda untuk menggunakan kembali Pendahuluan dari makalah kita sebelumnya pada penelitian serupa, hal ini sebaiknya tidak dilakukan. Setiap makalah harus menyajikan hasil baru dan penelitian harus dimotivasi secara spesifik. Ini membutuhkan pendahuluan yang berbeda dan khas setiap kali.

Sekarang beralih ke Metode. Bagian Metode menggambarkan bagaimana masalah penelitian dipelajari. Sangat penting untuk diingat bahwa metode harus diuraikan secara rinci. Bayangkan ketika menulis ini bahwa nantinya pembaca yang memiliki pengetahuan akan mampu mengulang kembali percobaan tersebut. Prosedur yang telah dipublikasi sebelumnya tidak harus ditulis kembali secara rinci. Ini dapat dicatat di Pustaka atau diuraikan dalam bagian Bahan Pendukung. Alat dan bahan yang digunakan harus diidentifikasi, bersama dengan sumbernya jika ada peluang perbedaan mutu alat tersebut. Jika penelitian adalah komputasi atau teoritis, metode kode, komputasi atau analitik harus diuraikan.

Jika penelitian melibatkan manusia atau hewan, standar etika yang berlaku harus diikuti, mis.: versi terakhir deklarasi Helsinki dan/atau panduan percobaan hewan (lokal, nasional atau internasional) yang relevan. Persetujuan dewan etika lokal diperlukan dan harus selalu ditetapkan pada titik ini dalam naskah, surat pengantar atau sistem pengiriman daring. Akan tetapi, meskipun ada persetujuan dewan etika lokal, tidak ada jaminan bahwa editor juga akan setuju bahwa penelitian dilakukan dalam cara yang dapat diterima.

Bagian Hasil menyampaikan hasil-hasil penting penelitian. Data yang dipaparkan sebaiknya hanya data yang penting untuk pembahasan, maksudnya hanya data yang tingkat kepentingannya primer saja yang dibagi. Data yang tingkat kepentingannya sekunder ditaruh dalam bagian Bahan Pendukung atau Pelengkap (Supporting or Supplementary Materials). Akan tetapi, jangan “berusaha” untuk menyembunyikan data dengan harapan untuk menyimpannya untuk makalah berikutnya, atau memecah hasil satu proyek menjadi beberapa makalah. Ini mengencerkan pengaruh penelitian dan mengakibatkan makalah mutu rendah. Hal ini juga bisa menyebabkan kurangnya bukti untuk memperkuat kesimpulan.

Apabila diperlukan, sub-judul dapat digunakan untuk menjaga hasil yang memiliki tipe yang sama bersama-sama. Ini akan lebih memudahkan hasil untuk ditelaah dan dibaca. Sub-judul bisa diberi nomor untuk memudahkan acuan silang internal. Data diurutkan dengan logis agar jalan cerita mengalir dengan baik dan menjadi jelas. Temuan yang memberi pemahaman lanjut dalam bidang ilmu yang dibahas, atau yang berbeda dengan temuan sebelumnya harus disorot dengan tajam dan hasil-hasil yang tidak diharapkan juga harus dijelaskan.

Ilustrasi, termasuk gambar dan tabel, adalah cara yang paling efisien untuk menyajikan hasil. Data merupakan “gaya pendorong sebuah makalah”. Jadi, gambar dan ilustrasi adalah kritis dan mereka digunakan hanya untuk menyajikan data yang penting saja. Judul gambar harus singkat dan harus mengandung cukup penjelasan rinci untuk menjelaskan gambar tanpa perlu merujuk ke teks. Gunakan warna hanya jika diperlukan. Jika gaya garis yang berbeda dapat menjelaskan arti, jangan gunakan warna atau pengaruh lain yang dapat mengalihkan perhatian dari isi dan mungkin tidak tampak ketika dicetak dalam hitam dan putih.

Grafik sering digunakan untuk membandingkan hasil percobaan dengan hasil penelitian sebelumnya, atau dengan nilai perhitungan/teoritis. Grafik sebaiknya tidak tampak terlalu ramai. Sebagai panduan umum, paling banyak batasi 3 sampai 4 himpunan data dalam satu gambar. Gunakan skala yang dipilih dengan baik, beri label sumbu-sumbu dengan jelas, dan gunakan simbol yang berbeda sehingga orang dapat dengan cepat membedakan antar himpunan data.

Sering, tabel memberikan hasil percobaan aktual. Jangan memasukkan tabel panjang yang membosankan jika tidak benar-benar dibutuhkan (jika tidak, taruh tabel dalam bagian Bahan Pendukung), dan buat tabel mudah dibaca. Setiap foto atau gambar harus disajikan dengan penanda skala dan resolusi harus jelas.

Berikutnya adalah bagian Pembahasan dimana pada bagian ini hasil diinterpretasikan. Ini adalah bagian paling penting dari sebuah artikel dimana disinilah tempat untuk menjual data. Banyak sekali naskah yang ditolak karena Pembahasan lemah atau hanya menggambarkan hasil. Pastikan Pembahasan saling berkaitan dan melengkapi hasil, tetapi jangan dengan sederhana mengulangi hasil. Bandingkan hasil publikasi lain dengan hasil penelitian yang diperoleh sendiri, dan jangan mengabaikan hasil yang tidak sesuai dengan hasil kita. Lawankan dan yakinkan pembaca bahwa hasil kita benar atau lebih baik.

Pernyataan yang tidak didukung hasil selayaknya tidak digunakan. Dalam membahas sebaiknya juga tidak menggunakan pernyataan yang tidak spesifik seperti “suhu yang lebih tinggi” atau “laju yang lebih rendah”, tetapi akan lebih baik menggunakan deskripsi kuantitatif. Istilah-istilah baru yang belum terdenifinisi dengan baik sebaiknya juga dihindari. Hindari juga spekulasi pada interpretasi yang didasarkan pada imajinasi yang tidak berakar pada fakta. Karena bisa jadi Hasil dan Pembahasan ini perlu direvisi dan jika pembahasan tidak didukung data mungkin mengakibatkan banyak kerja tambahan yang harus dilakukan yang meliputi, mis.: percobaan lanjutan, penurunan atau simulasi. Kadang-kadang, gagasan mungkin tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata karena beberapa hal kritis belum dipelajari secara substansial. Oleh sebab itu, pastikan bahwa semua pesan telah lengkap sebelum mulai menulis atau mengirim artikel.

Berikutnya adalah membuat Kesimpulan yang salah satunya digunakan untuk menunjukkan bagaimana penelitian yang kita lakukan memajukan bidang ilmu terkait. Kesimpulan harus jelas untuk membantu penelaah sejawat dan editor menilai penelitian kita dan dampaknya. Berikan pembenaran yang jelas bagaimana penelitian kita memajukan bidang ilmu. Ini dapat dicapai dengan menunjukkan pemakaian, pengembangan atau aplikasi dari penelitian kita. Jangan mengulangi abstrak disini. Abstrak dan Kesimpulan melayani tujuan yang berbeda meskipun beberapa pesan yang sama disampaikan. Juga, jangan membuat daftar hasil percobaan disini – pernyataan kembali hasil yang kurang berarti tidak dapat diterima di bagian ini. Sarankan percobaan berikutnya yang membangun penelitian kita dan tunjukkan percobaan yang relevan yang telah berlangsung.

Pada bagian Ucapan Terima Kasih, sebutkan entitas-entitas penting yang kita ingin berterima kasih kepadanya seperti pembimbing, penyokong dana, dan korektor.

Daftar Pustaka adalah tempat dimana publikasi utama yang mendasari penelitian kita disitasi. Berikut akan diberikan beberapa petunjuk yang mungkin bisa digunakan untuk menulis daftar pustaka dengan tepat.

  1. Jangan terlalu banyak memasukkan pustaka, khususnya jika keterkaitannya hanya bersinggungan saja.
  2. Pastikan bahan yang dijadikan rujukan terserap penuh dan dipahami. Jangan mengandalkan membaca kutipan atau kalimat yang terisolasi. Ketahui dengan baik apa yang dirujuk!
  3. Hindari sitasi pekerjaan sendiri atau dari satu daerah atau institusi
    secara berlebihan.
  4. Periksa Panduan untuk Penulis untuk memastikan format yang sesuai. Penyajian dalam format yang benar adalah tanggung jawab penulis, bukan editor. Buat editor bekerja lebih mudah dan mereka akan menghargai usaha tersebut.

Disadur dari Modul Pembelajaran Elsevier Researcher Academy: “Structuring your Article Correctly.”

Menata artikel untuk publikasi jurnal (Bag. 1)

Gambar 1. Membangun artikel.

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memberi saran bagaimana menata dan membangun dengan baik artikel yang akan dikirim ke jurnal ilmiah untuk publikasi. Artikel penelitian mengandung beberapa bagian dan masing-masing bagian mempunyai tujuan tertentu. Struktur umum artikel penelitian adalah sebagai berikut:

  • Judul (Title)
  • Abstrak (Abstract)
  • Kata kunci (Keywords)
  • Pendahuluan (Introduction)
  • Metode (Methods)
  • Hasil dan Pembahasan (Results and Discussion)
  • Kesimpulan (Conclusion)
  • Ucapan terima kasih (Acknowledgement)
  • Pustaka (References)
  • Bahan pendukung (Supporting Materials)

Teks utama sebuah artikel dirangkum dengan singkatan PMHDP: Pendahuluan, Metode, Hasil dan Pembahasan. Disinilah hasil penelitian dipaparkan dan membawa pesan dan temuan utama secara efektif. Ingat bahwa waktu pembaca bukan tak terbatas. Oleh sebab itu, artikel harus ditulis seringkas mungkin.

Kelompok bagian terakhir membawa kepada akhir naskah dan meliputi Kesimpulan, Ucapan terima kasih, Pustaka dan Bahan pendukung. Akan tetapi, ini hanyalah pengelompokan buatan dan urutannya bisa berubah. Beberapa jurnal meminta agar bagian Pembahasan digabung dengan Kesimpulan dan Hasil. Yang lain mensyaratkan bagian tersebut mandiri. Ada juga yang memiliki susunan urutan yang berbeda (mis.: Metode ditaruh setelah Hasil dan Pembahasan).

Marilah kita lihat masing-masing bagian dan apa isinya, mulai dengan Judul. Judul yang efektif memiliki ciri tertentu, antara lain:

  1. Menarik perhatian pembaca
  2. Mengandung kata sesedikit mungkin
  3. Menggambarkan isi dengan tepat
  4. Informatif tetapi singkat
  5. Mengidentifikasi isu utama
  6. Tidak menggunakan jargon teknik dan singkatan, tetapi menggunakan bahasa formal

Lebih baik judul dibahas dengan ko-penulis. Ingat bahwa Editor dan Penelaah sejawat tidak suka judul yang tidak masuk akal dan gagal mewakili pokok bahasan dengan tepat. Yang mungkin lebih penting lagi adalah bahwa agar makalah yang ditulis dibaca oleh orang yang tepat. Jika judul tidak akurat, orang yang tepat mungkin tidak membacanya, dan masyarakat mungkin tidak menyadari pentingnya hasil penelitian tersebut. Ini bahkan dapat mengarah pada sitasi yang rendah daripada yang seharusnya diterima.

Menentukan urutan penulis dalam sebuah makalah adalah beragam tergantung pada disiplin ilmu dan budaya. Akan tetapi, aturan umumnya adalah bahwa penulis pertama (first author) adalah orang yang melakukan atau mensupervisi pengumpulan data, analisis, penyajian dan interpretasi hasil, dan juga menuliskan namanya bersama-sama untuk publikasi. Penulis koresponden (corresponding author) dapat penulis pertama atau, kadang-kadang penulis senior dari institusi. Penulis “hantu” dan penulis “hadiah” harus dihindari. Penulis hantu artinya tidak mencantumkan penulis yang berperan serta dalam penelitian sedangkan penulis hadiah adalah mencantumkan penulis yang tidak berperan. Yang juga harus selalu diingat adalah penulisan nama harus konsisten.

Kata kunci adalah label atau tanda untuk sebuah naskah yang digunakan oleh layanan pengindeks dan pengabstrak. Hindari pemakaian kata yang mempunyai makna yang luas. Kata kunci harus cukup spesifik yang dapat memberitahu dengan sangat cepat gagasan tentang isi sebuah makalah. Hindari singkatan kecuali hanya yang sudah benar-benar mapan dalam sebuah bidang ilmu, mis.: DNA. Periksa Panduan untuk Penulis untuk ketentuan-ketentuan kata kunci yang harus digunakan. Berikut adalah contoh kata kunci yang terkait dengan sebuah artikel dari ScienceDirect:

  • Judul artikel: “An experimental study on evacuated tube solar collector using supercritical CO2
  • Kata kunci: Solar collector; supercritical CO2; solar energy; solar thermal utilization.

Jika judul sudah menarik perhatian pembaca, biasanya mereka melanjutkan dengan membaca abstrak. Abstrak tersedia secara bebas dalam layanan pengabstrak dan pengindeks elektronik, mis.: Scopus, PubMed, Medline dan Embase. Oleh sebab itu, abstrak harus berupa paragraf tunggal mandiri yang menyarikan masalah, metoda, hasil dan kesimpulan. Abstrak bertindak sebagai sebuah iklan untuk sebuah artikel karena abstrak tersedia secara bebas melalui pencari dan pengindeks daring. Oleh sebab itu abstrak harus dibuat menarik dan seakurat mungkin agar memiliki dampak terbesar. Abstrak yang ditulis dengan sangat jelas akan mendorong pembaca untuk membaca seluruh artikel. Namun demikian abstrak harus ditulis sesingkat mungkin. Luangkan waktu untuk menulis abstrak dengan hati-hati. Banyak penulis menulis abstrak terakhir setelah semua bagian artikel selesai sehingga abstrak mampu mencerminkan dengan akurat isi makalah.

Kemudian bagaimana proses membangun sebuah artikel? Urutan menulis artikel tidak sama seperti ketika membacanya. Untuk sebagian besar bidang ilmu, cara yang paling efisien adalah memandang naskah sebagai sebuah dinding, dan membangunnya bata demi bata, seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Langkah pertama adalah membuat tabel dan gambar, lengkap dengan keterangan/judul gambar. Kemudian baru menguraikan Metoda yang digunakan, Hasil yang ditemukan dan Pembahasan sekitar hasil tersebut. Kesimpulan harus mengalir dengan baik dari sini dengan mudah. Setelah itu baru menulis Pendahuluan, untuk menunjukkan dimana kerja penelitian yang sedang ditulis ini berada didalam bidang ilmu terkait secara keseluruhan. Terakhir, baru ditulis Judul, Abstrak dan Kata kunci. Proses membangun artikel ini lebih mudah, lebih masuk akal dan lebih efektif daripada mencoba menulis sebuah artikel dengan urutan seperti ketika membacanya.

Lanjut ke Bag. 2…

Disadur dari Modul Pembelajaran Elsevier Researcher Academy: “Structuring your article correctly“.

Bagaimana menyiapkan naskah untuk publikasi

Tulisan ini mencoba untuk memberi informasi latar belakang publikasi ilmiah dan menguraikan langkah penting dalam menyiapkan naskah untuk publikasi. Praktek inti publikasi akademik adalah penelaahan sejawat yang merupakan konsep mengevaluasi artikel oleh ahli dalam bidangnya (lihat disini). Gambar 1 menyajikan jumlah judul jurnal dari tahun ke tahun. Terlihat disini bahwa proses penelaahan sejawat terus menjadi praktek populer, dan jumlah jurnal dengan penelaahan sejawat terus tumbuh.

Gambar 1. Pertumbuhan jurnal dengan penelaahan sejawat.

Sebagai gambaran, marilah kita lihat siklus publikasi pada Elsevier. Per 2014, artikel yang ada dalam arsip sistem Elsevier berjumlah 12,6 juta. Tergantung pada jurnalnya, secara rata-rata 30-60% ditolak secara langsung oleh salah seorang dari 13.000 editor yang bekerja dengan Elsevier. Artikel yang tidak ditolak akan mengalami penelaahan sejawat. Ada sekitar 560.000 penelaah sejawat yang bekerja dengan Elsevier untuk mengevaluasi artikel-artikel tersebut (per 2014). Dari jumlah tersebut, sekitar setengahnya diterima setelah revisi minor atau mayor. Secara keseluruhan, 365.000 artikel pada akhirnya diterima oleh editor setiap tahun dan “diproduksi”, yang artinya ditata, diunggah dan diterbitkan daring, dihubungkan dengan panggung luar seperti PubMed, dipromosikan kepada pembaca yang sesuai, dan tentu saja diarsip untuk pemakaian nanti. Saat ini di basis data Elsevier ada lebih daripada 12,6 juta artikel dan telah diunduh lebih daripada 700 juta kali, oleh lebih daripada 11 juta peneliti, dari lebih daripada 120 negara.

Siap untuk publikasi? Sebagai aturan praktis yang baik, hasil penelitian sebaiknya tidak dipublikasikan dulu jika: (i) kedaluwarsa, (ii) menduplikasi penelitian sebelumnya, dan (iii) kesimpulan tidak benar atau tidak dapat diterima. Ketiga hal tersebut merupakan indikator yang baik untuk melihat bahwa laporan yang ditulis kurang menarik perhatian ilmiah atau secara substansi tidak maju dalam bidangnya. Hasil penelitian siap dipublikasikan jika informasi yang diperoleh memajukan pemahaman dalam bidang penelitian tertentu. Bentuknya dapat berupa:

  • menyajikan hasil atau metode baru dan orisinil
  • merasionalisasi, menyaring, atau menginterpretasikan kembali hasil yang telah dipublikasi, atau
  • menelaah kembali atau merangkum subyek atau bidang khusus.

Ingat bahwa naskah dan pesan yang kuat adalah sangat penting untuk memaparkan sumbangan pemikiran atau gagasan kepada masyarakat ilmiah.

Apa yang membuat sebuah naskah kuat? Naskah kuat mempunyai tiga ciri kunci. Pertama, pesan ilmiahnya jelas, bermanfaat dan mengesankan. Kedua, pesan disampaikan dan dibangun dengan cara yang logis. Dengan cara ini, naskah akan mampu membawa pembaca tiba pada kesimpulan yang sama seperti penulis, dan format yang dipilih memamerkan bahan dengan cara terbaik. Ketiga, naskah mampu membuat pembaca, penelaah sejawat dan editor dengan mudah menangkap pentingnya penelitian. Semakin besar usaha yang dilakukan untuk membuat naskah terdepan, semakin besar kemungkinan untuk diterima. Editor, penelaah sejawat dan pembaca semuanya ingin menerima dengan baik naskah yang disajikan yang sesuai dengan tujuan dan ruang lingkup jurnal yang dituju.

Ada beberapa tipe naskah yang bisa dipertimbangkan yang cocok untuk tujuan yang berbeda:

  1. Artikel penuh (full article). Tipe ini yang paling sering, umumnya berisi penelitian penting yang kuat, lengkap dan komprehensif.
  2. Surat (Letters) atau komunikasi pendek (short communications). Tipe ini berisi komunikasi cepat dan kemajuan awal penting dan orisinil dalam suatu bidang, yang jauh lebih pendek daripada artikel penuh.
  3. Makalah telaah ulang (review papers). Merangkum perkembangan terakhir topik khusus, menyoroti poin-poin penting yang telah dipublikasi sebelumnya, dan tidak mengenalkan informasi baru. 

Sebelum memilih tipe artikel untuk sebuah naskah, kita harus mengevaluasi kerja kita sendiri. Pertanyaan berikut mungkin bisa membantu:

  • Apakah penelitian cukup untuk sebuah artikel penuh?
  • Apakah penelitian begitu menggairahkan sehingga harus terbit secepat mungkin dalam sebuah komunikasi pendek?

Pembimbing atau kolega bisa menjadi sumber yang baik untuk dimintai nasehat terhadap tipe naskah. Orang luar kadang-kadang mampu melihat lebih jernih daripada kita sendiri.

Memilih jurnal yang tepat merupakan langkah yang sangat penting. Dengan demikian, penelitian yang kita publikasikan akan sampai pada pembaca yang kita maksudkan. Jika sebuah makalah berada di luar ruang lingkup jurnal, sepertinya akan dengan segera ditolak oleh editor. Bukan karena mutu penelitiannya, tetapi karena topik tidak sesuai dengan jurnal. Sangat penting untuk diingat agar jangan bertaruh dengan mengirim naskah yang sama pada lebih daripada satu jurnal pada waktu yang bersamaan. Standar etika internasional melarang pengiriman naskah ganda atau serempak, dan editor benar-benar akan mencari tahu. Ingat bahwa pembimbing, yang sering menjadi ko-penulis, memiliki tanggung jawab juga terhadap penelitian yang akan dipublikasikan, dan bisa juga dimintai bantuan. Kolega mungkin juga bisa membantu memutuskan jurnal mana yang cocok. Teliti semua calon jurnal untuk mencari tahu Tujuan dan Ruang lingkupnya, tipe artikel yang diterima, pembaca dan topik yang sedang panas. Sebagai saran, artikel dalam daftar pustaka biasanya dapat mengarahkan secara langsung jurnal yang tepat. Kunjungi laman jurnal pada penerbitnya, dan baca abstrak publikasi terakhir.

Salah satu pertimbangan dalam memilih jurnal adalah Impact Factor, yang memberi informasi berapa kali artikel terbaru dalam satu jurnal dirujuk secara rata-rata pada tahun itu (lihat disini). Impact factor tidak memberi indikasi tentang sitasi masing-masing artikel. Ketika mempertimbangkan jurnal yang akan kita tuju untuk naskah kita, Impact Factor dapat memberi panduan, tetapi jangan menjadi satu-satunya alasan memilih sebuah jurnal.

Editor (dan penelaah) tidak suka menghabiskan waktu untuk naskah yang tidak disiapkan dengan baik. Itulah sebabnya setiap jurnal mempunyai “Panduan untuk Penulis (Guide for Authors) dengan rincian spesifik untuk menyiapkan sebuah manuskrip. Gunakan Panduan untuk Penulis meskipun baru draf pertama. Hal ini akan membantu dalam tata letak naskah, gaya referensi, nomenklatur, gambar dan tabel, dan hal-hal penting lainnya. Ini akan menghemat waktu, baik bagi penulis maupun editor dan penelaah.

Sebelum mulai menulis makalah, tentukan apakah penelitian siap dipublikasikan dengan menganalisis pentingnya capaian penelitian. Kemudian putuskan tipe naskah yang paling baik, apakah komunikasi pendek, artikel penuh atau makalah telaah ulang. Pilihlah jurnal sasaran yang paling sesuai dan mempunyai tingkat pembaca yang tepat dan bergengsi untuk tingkat penelitian yang dicapai. Periksa Panduan untuk Penulis untuk jurnal sasaran, dan dapatkan rincian untuk penyiapan manuskrip. (hs)

Disadur dari Modul kuliah Elsevier Researcher Academy: “How to Prepare manuscript for publication”.

Artikel terkait


Bagaimana menelaah sebuah naskah untuk publikasi jurnal

Tulisan ini akan mengulas tentang proses penelaahan sejawat (peer review) dan langkah penting yang perlu diikuti ketika menelaah (mereview) sebuah manuskrip. Penelaahan sejawat adalah proses mapan yang menempatkan penelaah sebagai jantung publikasi ilmiah. Proses penelaahan sejawat menjadikan masyarakat ilmiah dapat meningkatkan mutu kajian ilmiahnya, dan membuang penelitian yang jelek, tidak bermakna dan palsu. Philosophical Transactions of the Royal Society adalah jurnal ilmiah pertama yang menformalkan proses penelaahan sejawat pada tahun 1665. Sejak itu, proses ini telah diperbaiki, diformalkan dan diadaptasi untuk dipakai dalam hampir semua publikasi ilmiah. Penelaahan sejawat sekarang melekat erat pada pusat publikasi ilmiah, karena dengan penelaahan sejawat dalam proses publikasi jurnal, apakah akses terbuka atau publikasi tradisional, kerja peneliti tidak hanya dapat ditingkatkan dan divalidasi, tetapi juga didaftar, disebarluaskan dan dipelihara.

Proses penelaahan sejawat tergantung pada peneliti yang secara aktif menyediakan waktunya untuk menelaah artikel. Penelaah – yang juga pembaca dan penulis – memungkinkan proses penelaahan bekerja melalui pemeriksaan dan memberi komentar secara kritis terhadap manuskrip dengan cara yang adil dan tidak menyimpang untuk pada akhirnya memperbaiki penelitian sebelum publikasi.

Sudah menjadi kesepakatan umum masyarakat ilmiah bahwa hipotesa ilmiah atau pernyataan yang dipaparkan kepada dunia tanpa mengalami proses penelaahan sejawat sering diabaikan oleh masyarakat ilmiah. Tanpa penelaahan sejawat, ada alasan kuat untuk mengatakan bahwa hampir atau bahkan tidak ada pengendalian mutu dalam komunikasi ilmiah itu, yang mengarah kepada hilangnya kepercayaan terhadap hasil penelitian yang disajikan. Penelaah adalah tulang punggung penelaahan sejawat.

Menjadi penelaah adalah pekerjaan sukarela, tanpa bayaran. Pertanyaannya sekarang adalah mengapa banyak peneliti yang bersedia untuk melakukannya? Salah satu alasan utama adalah rasa menjadi bagian dari “tugas atau kewajiban” terhadap masyarakat peneliti. Menelaah artikel sering dipandang sebagai memberikan sesuatu kembali kepada masyarakat. Karena penelaah juga penulis (author), mereka memahami pentingnya peran yang mereka mainkan dalam masyarakat. Penelaah yang lebih berpengalaman melihat nilai menjadi mentor bagi peneliti yang lebih muda, dan bahagia melihat mereka berkembang dan meningkat dengan berjalannya waktu. Banyak peneliti menelaah artikel hanya karena mereka senang dan menikmatinya.

Selain itu, ada juga alasan lain menjadi penelaah artikel, mis.: agar tetap berada di garda terdepan dalam penelitian terkini dan canggih. Menjadi penelaah juga dapat meningkatkan reputasi akademik dan membantu dalam perkembangan karir. Akhirnya, menelaah juga membantu penelitian penulis sendiri dan membangun hubungan dengan jurnal atau editor.

Tujuan penelaahan sejawat adalah untuk menyediakan proses yang mapan bagi peneliti untuk memperbaiki, menvalidasi, mendaftarkan dan memelihara penelitiannya. Penelaahan sejawat manjamin bahwa makalah mutu terbaiklah yang dipilih, dan bahwa penelitian sebelumnya dihargai. Melalui proses penelaahan sejawat, kecurangan dan plagiarisme dapat dideteksi, meskipun tetap menjadi tanggung jawab utama penulis untuk terikat pada prosedur etika internasional yang diakui. Menjadi penelaah sejawat juga memainkan andil penting dalam pengembangan karir.

Penelaah sejawat mengidentifikasi hal-hal yang terkait dengan makalah seperti kesalahan metodologi, kurangnya orisinalitas, atau kesimpulan yang tidak didukung oleh hasil yang diperoleh. Penelaahan sejawat juga harus menyoroti pengabaian dalam daftar referensi dan memperhatikan etika. Akan tetapi, penelaah sejawat tidak bertindak sebagai editor bahasa.

Ada banyak variasi proses penelaahan sejawat, salah satunya ditunjukkan pada Gambar 1. Ada tiga peran kunci dalam penelahaan sejawat: (i) penulis yang menulis makalah, (ii) penelaah sejawat yang memberikan opini dan nasehat ahli, dan (iii) editor yang membuat keputusan.

Gambar 1. Proses penelaahan sejawat secara umum.

Beberapa artikel ditolak tanpa penelahaan luar. Ketika sebuah manuskrip pertama kali dikirimkan ke sebuah jurnal, ketua editor (editor-in-chief) melakukan evaluasi awal untuk memutuskan apakah artikel tersebut masuk ke penelaahan luar atau tidak. Editor melakukan ini untuk mengidentifikasi artikel yang diluar cakupan atau yang mutunya sangat jelek, atau artikel yang mungkin melanggar etika seperti pengiriman ganda. Setiap editor jurnal mempunyai aturan khusus jurnalnya sendiri untuk mengidentifikasi artikel yang ditolak tanpa penelaahan luar.

Pada saat mulai proses penelaahan, Editor jurnal biasanya akan mengundang dua penelaah sejawat potensial untuk menelaah artikel tersebut. Editor biasanya meminta artikel ditelaah dalam dua minggu, meskipun perpanjangan kadang-kadang dapat diterima. Ketika penelaah sejawat mengirimkan laporan dan rekomendasinya, Editor membuat keputusan dan mengomunikasikan ini dengan penulis. Artikel tersebut kemudian direvisi sampai semua komentar penelaah sejawat telah dijawab dengan memuaskan. Laporan penelaah sejawat membantu Editor mencapai keputusan pada makalah yang dikirim.

Jika penelaah sejawat tidak mengirimkan laporan sampai batas waktu yang disepakati, kantor editorial akan menghubunginya. Pengembalian tepat waktu hasil penelaahan adalah sangat penting. Jika sudah menyetujui permintaan Editor sebuah jurnal untuk menelaah sebuah makalah, usahakan mengembalikan laporan dengan cepat. Sebagai seorang penulis, kita tahu bagaimana rasanya menunggu sebuah keputusan!

Kadang-kadang kedua penelaah sejawat yang diundang tidak dapat menyepakati sebuah rekomendasi, dan mungkin ada perbedaan komentar pada sebuah makalah tertentu. Dalam hal ini, penelaah sejawat ketiga mungkin diundang untuk menelaah makalah tersebut. Editor jurnal akan memutuskan ketika ini diperlukan. Dalam semua kasus, penelaah sejawat tetap anonim, meskipun jika diminta mungkin dapat diberitahukan.

Sebagai penelaah sejawat barangkali perlu dipahami mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam proses penelaahan. Penelaah sejawat tidak boleh menghubungi penulis secara langsung tentang makalah mereka, dan harus mengikuti instruksi Editor jurnal sepanjang waktu. Seluruh manuskrip dan bahan terkait yang diterima sebagai penelaah sejawat harus diperlakukan sebagai konfidensial, dan tidak boleh dibagikan kepada orang lain atau diambil sendiri. Ketika menyiapkan komentar untuk penulis, penelaah harus memberikan umpan balik yang membangun dan berdasarkan bukti.

Ketepatan waktu adalah kunci dalam penelaahan. Semua jurnal bertujuan untuk memberikan keputusan pertama kepada penulis secepat mungkin. Jadi, kerjasama penelaah sejawat dalam menepati jadwal adalah sangat penting, dan sangat dihargai oleh seluruh tim editorial. Ini meliputi staf editorial, Editor jurnal, penerbit dan semua penelaah sejawat yang bekerja sangat keras untuk mengurangi waktu yang penulis – seperti anda dan kolega anda – harus tunggu untuk sebuah keputusan.

Tabel 1 menyajikan ringkasan bagaimana melakukan penelaahan secara sistematis. Pertama yang perlu dilihat dalam melakukan penelaahan adalah nilai penting dan kejelasan hipotesis penelitian. Pertanyaan yang perlu diajukan adalah apakah artikel memberikan konteks untuk pengujian hipotesis? Kemudian, pertimbangkan orisinalitas penelitian. Apakah artikel memberi sumbangan baru terhadap literatur.

Tabel 1. Pendekatan sistematis proses menelaah.

Seksi berikutnya adalah metodologi. Metodologi harus dijelaskan lengkap dan relevan dengan penelitian, dan harus bisa diulangi. Seksi pembahasan yang bagus akan menghubungkan kembali temuan dengan tujuan penelitian seperti diuraikan dalam Pendahuluan. Penulis harus membicarakan siratan hasil yang dipaparkan. Akhirnya, pertimbangkan gaya penulisan dan penyajian gambar dan tabel. Apakah semua gambar dan tabel perlu dan apakah mereka menambah kedalaman dan mutu artikel. Dapatkah artikel disusun lebih baik, dan bahasanya jelas, ringkas dan cocok untuk pembaca yang relevan?

Judul artikel harus spesifik dan mencerminkan isi manuskrip. Abstrak harus singkat, memberikan ringkasan akurat dari artikel, yang meliputi tujuan, metode, hasil dan simpulan. Abstrak harus tidak mengandung informasi yang tidak dapat berdiri sendiri.

Selama proses penelaahan, masalah etika merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika ada kecurigaan bahwa artikel yang sedang ditelaah mungkin melanggar etika, peringatkan Editor secepat mungkin. Contoh isu etika antara lain publikasi tiruan, fabrikasi atau pemalsuan data, plagiarisme dan konflik kepentingan. Periksa apakah protokol telah disetujui oleh Komite Etika yang sesuai (jika ada). Akhirnya, nama dagang atau singkatan harus digunakan dengan benar.

Langkah akhir dalam melakukan sebuah telaah adalah membuat rekomendasi yang jelas kepada Editor. Ini biasanya diikuti dengan komentar kepada Editor yang bersifat konfidensial. Ketika membuat rekomendasi, pilihan yang umum adalah sebagai berikut:

  • diterima dengan revisi minor
  • diterima dengan revisi mayor
  • ditolak
  • diterima

Memberikan rekomendasi sering dapat menjadi bagian paling sulit dalam proses menelaah terutama bagi penelaah yang masih baru. Akan tetapi, ingat bahwa ini hanyalah “sebuah rekomendasi” dan Editor akan membuat keputusan akhir, sepanjang Editor diberi cukup alasan untuk sampai pada keputusan yang tepat.

Ketika membuat rekomendasi kepada Editor, penelaah sejawat harus memberikan komentar yang spesifik kepada penulis, memberikan umpan balik terhadap struktur artikel, metodologi, hasil dan pembahasan, gaya penulisan dan penyajian. Jangan memasukkan rekomendasi untuk menerima atau menolak dalam komentar ini. Ketika menuliskan komentar untuk penulis, sebaiknya menggunakan bahasa netral dan hindari kritik langsung terhadap penulis. Berikan laporan penelaahan yang membangun. Hasil yang negatif atau merusak akan dapat mematahkan semangat peneliti, khususnya peneliti baru. Penting juga untuk memastikan bahwa komentar kepada Editor, rekomendasi, dan komentar kepada penulis, semuanya konsisten. (hs)

Disadur dari modul kuliah Elsevier Researcher Academy: “How to Review a Manuscript”.

Artikel terkait

Racun dalam air ledeng

Di sini akan diceritakan kelanjutan dari cerita sebelumnya tentang racun dalam air ledeng yang oleh penjual filter air dipakai sebagai alasan agar Dr. Joe mau membeli dagangannya (sulap elektrokimia). Untuk meyakinkan Dr. Joe klaimnya tentang air ledeng mengandung racun benar, si penjual mengeluarkan banyak dokumen dari dalam tasnya. Ada kliping koran tentang bermacam-macam bahaya mengintai dalam air ledeng, termasuk testimoni ahli bagaimana khlorin telah digunakan sebagai gas beracun dalam Perang Dunia I. Ya, benar, khlorin, gas beracun yang ada dalam air ledeng menurut pria penjual filter. Pria penjual filter terus mengoceh tentang “laju penderita kanker yang terus melambung”, “tubuh yang terbebani racun” dan “ilmuwan yang memasak campuran bahan beracun”.

Kemudian si penjual mengambil sebotol ortho-tolidine dari dalam tasnya, bukan topeng gas, untuk melindunginya dari gas khlorin beracun yang ada dalam air ledeng seperti klaimnya. Ia mengambil cairan dari botol tersebut dan meneteskan ke air ledeng dalam gelas. Dengan segera air berubah menjadi kuning. Cukup meyakinkan, air ledeng mengandung khlorin.

Pria tersebut kemudian meminta Dr. Joe memasukkan jarinya ke dalam segelas air ledeng baru selama beberapa menit. Ia menguji lagi air dalam gelas dengan ortho-tolidine, dan kali ini air tidak berubah warna menjadi kuning. Racun khlorin, si penjual memaksa, telah terserap ke dalam tubuh Dr. Joe. Hal ini juga terjadi, lanjutnya, setiap kali Dr. Joe mandi. Tetapi jangan takut mandi, air yang disaring tidak mengandung residu khlorin; dan tersedia filter yang pas untuk semua keran. Dengan demo yang dramatis ini berakhirlah kuliah toksikologi dan kimia dari pria penjual filter air.

Ketika giliran Dr. Joe yang ganti memberi pelajaran kepada pria penjual filter menghadapi kasus khlorin, Dr. Joe mengambil dua gelas air ledeng dan meletakkannya di meja. Dr. Joe memasukkan beberapa jarinya ke dalam air dalam salah satu gelas dan meminta pria penjual filter ke gelas satunya. Beberapa menit kemudian kandungan khlorin keduanya diuji. Tidak terdeteksi adanya khlorin pada keduanya. Mengapa? khlorin menguap. Ia pergi ke udara, bukan ke dalam kulit.

Demo dan penjelasan Dr. Joe tampaknya berpengaruh karena ketika Dr. Joe menawarkan secangkir kopi yang diseduh dengan air ledeng yang direbus, pria penjual filter segera menyeruputnya. Setelah merenung sejenak Dr. Joe memutuskan membeli filter air. Alat tersebut memang benar mengambil beberapa senyawa tak diinginkan yang lolos dari pengolahan air – trihalometana, salah satunya. Sementara khlorin tidak diragukan lagi telah menyelamatkan jutaan nyawa, dan ini perlu dihargai. Khlorin bereaksi dengan beberapa senyawa organik membentuk trihalometana, yang bersifat karsikogenik. Filter karbon aktif mengambil ini, maupun beberapa macam polutan lain. Namun bagaimanapun juga rasa air lebih enak yang bebas residu khlorin. Kenyataannya, khlorinasi air barangkali merupakan kemajuan kesehatan masyarakat terbesar dalam sejarah. (hs)

Catatan:

  • Ortho-tolidine (OTO) adalah larutan uji untuk mendeteksi residu khlorin dalam air.
  • Khlorin berfungsi sebagai desinfektan untuk membunuh bakteri dan dalam pengolahan air umumnya ditambahkan sebagai apa yang kita kenal sebagai kaporit (kalsium hipokhlorit, Ca(OCl)2).

Pustaka

Disarikan dari buku yang ditulis oleh Schwarcz, Joseph A., The Genie in the Bottle, ECW Press, Quebec, Canada, 2001.

Sulap elektrokimia

Dalam kimia, banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang bagi orang awam sangat mempesona tetapi sebenarnya sesuatu yang sangat biasa. Dr. Joe Schwarcz, Direktur McGill University Office for Chemistry and Society, Kanada, dalam bukunya “The Genie in the Bottle” memberikan beberapa pandangan singkat tentang bagaimana kimia ini bekerja dalam dunia yang kompleks. Bagi generasi yang masa anak-anak atau remajanya berada pada tahun 1970-an mungkin masih ingat film seri “I dream of Jeannie” yang disiarkan TVRI setiap sore. Film seri tersebut bercerita tentang jin (Jeannie) yang berusia 2000 tahun yang ditemukan berada dalam botol di suatu gurun pasir oleh seorang astronot Kapten Tony Nelson yang jatuh di daerah tersebut. Kapten Nelson kemudian menjadi tuannya, Genie jatuh cinta kepadanya dan kemudian mereka menikah. Barangkali cerita tersebut yang mengilhami Dr. Joe memberi judul bukunya.

Dalam pengantarnya Dr. Joe menceritakan pengalamannya ketika pada suatu malam yang gelap dan berbadai didatangi seorang penjual filter air. Penjual tersebut mengatakan kepada Dr. Joe agar tidak minum air ledeng karena katanya air tersebut mengandung bahan kimia, bahan kimia yang tidak tampak. Untuk membuktikan ucapannya, penjual tersebut mengeluarkan peralatan dari dalam kopernya yang berupa alat listrik yang dipasangi dua batang logam seperti elektroda. Ia minta segelas air ledeng, membauinya dan tampak sangat yakin kalau air tersebut cukup beracun. Kemudian, ia mencelupkan elektroda ke dalam air dan memasukkan alat tersebut ke colokan listrik di dinding. Dalam beberapa detik air berubah menjadi keruh, dan dalam 1 menit terbentuk gumpalan berwarna kuning.

“Lihat,” pria tersebut berteriak dengan penuh kemenangan, untuk menunjukkan bahwa dengan mengalirkan listrik ke dalam air ia berhasil menakut-nakuti bahan kimia nakal keluar dari larutan. Racun yang telah dengan nyaman terlarut sampai ketakutan tersengat listrik sehingga dengan segera keluar menjadi gumpalan.

Penjual tersebut kemudian mengambil filter air dari tasnya, memasang di kran air, mengambil segelas air dan memberi perlakuan seperti sebelumnya. Kali ini air tidak mejadi keruh dan tidak muncul gumpalan berwarna kuning. “Lihat, bahan kimia tak nampak dan beracun telah berhasil disaring oleh filter.”

Sekarang giliran Dr. Joe yang memberi pelajaran kimia. Dr. Joe mengambil gelas berisi air yang ada gumpalan kuning tadi dan meminumnya. Wajah penjual berubah menjadi pucat karena mengira Dr. Joe mau bunuh diri dengan meminum air tersebut. Tetapi tidak terjadi apa-apa. Dr. Joe kemudian mengambil gelas berisi air yang telah disaring tadi, menambahkan beberapa butir garam, mencelupkan elektroda kedalamnya dan menyambungkan alat ke sumber listrik. Yang terjadi sangat mengherankan si penjual karena sekarang muncul kekeruhan dan gumpalan kuning. Kemudian Dr. Joe mengambil segelas air langsung dari kran, mengganti batang besi alat si penjual dengan alumunium dan mengulangi percobaan seperti sebelumnya. Kali ini tidak muncul kekeruhan dan gumpalan kuning. Si penjual terpaku dan terdiam seribu bahasa.

Dr. Joe kemudian menjelaskan bahwa warna kuning tidak datang dari bahan kimia tak nampak yang ada dalam air, tetapi berasal dari salah satu elektroda. Elektrolisa adalah percobaan kimia klasik dimana dua elektroda dicelupkan dalam air dan arus dialirkan diantara keduanya. Ini menyebabkan air terurai menjadi hidrogen dan oksigen. Untuk kasus alumunium, ini yang terjadi. Tetapi jika salah satu elektroda terbuat dari besi (anoda), besi bereaksi dengan air membentuk endapan kuning besi oksida – atau karat. Jadi yang diminum oleh Dr. Joe hanyalah sedikit karat, untuk anggap saja minum suplemen besi untuk tubuh.

Sekarang pertanyaannya, kenapa untuk kasus air disaring dan kemudian ditambahkan garam gumpalan kuning terbentuk? (hs)

Jawab: ketika disaring, ion khlor dll. tersaring dan menempel di filter sehingga air memiliki konduktivitas listrik yang sangat kecil yang membuatnya tidak mampu mengalirkan listrik. ketika ditambah garam, konduktivitas listrik air meningkat dan air mampu menghantarkan listrik dan oksidasi besi dapat terjadi.

Pustaka

Disarikan dari buku yang ditulis oleh Schwarcz, Joseph A., The Genie in the Bottle, ECW Press, Quebec, Canada, 2001.

Bagaimana memilih jurnal untuk publikasi?

Barangkali banyak dosen/peneliti yang ketika ingin untuk mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal ilmiah bingung memilih jurnal mana yang dituju. Kalau dasar untuk mempublikasikan itu hanya untuk memenuhi persyaratan kenaikan pangkat atau hal yang terkait, yang dilihat terlebih dahulu adalah apakah jurnal yang dituju itu dapat digunakan untuk keperluan itu. Kemristekdikti memilih jurnal terindeks SCOPUS yang diakui sebagai jurnal bereputasi dan dapat digunakan untuk syarat kenaikan pangkat, terutama ke profesor. Celakanya, tiap tahun SCOPUS sendiri secara periodik mengeluarkan pengumuman tentang jurnal yang berubah statusnya menjadi tidak terindeks lagi. Ini bisa menjadi masalah.

Terlepas dari polemik di atas, memilih jurnal untuk mempublikasikan hasil penelitian merupakan langkah penting pertama. Mungkin kita sepakat bahwa tujuan dari publikasi itu salah satunya adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian yang telah kita capai kepada khalayak, terutama yang memiliki penelitian yang sebidang. Namun dalam era penelitian saat ini, beberapa bidang penelitian menjadi lebur dan tidak ada garis batas yang jelas antar bidang satu dengan bidang lain. Jadi intinya memilih jurnal untuk publikasi adalah mengidentifikasi jurnal yang mungkin cocok untuk topik yang akan kita publikasikan, dan juga akan menentukan peluang manuskrip kita diterima untuk publikasi.

Sebelum memilih jurnal ada baiknya kita meneliti terlebih dahulu tentang jurnal tersebut yang dapat dilihat dari faktor kunci seperti: kinerjanya, jangkauannya, platformnya apakah akses terbuka atau terbatas untuk pelanggan, penerbitnya, dan masih banyak lagi. Ini adalah langkah awal untuk melihat apakah penerbit adalah sebuah penerbit atau perusahaan yang kredibel, jurnal terindeks pengindeks terpercaya, proses review dilakukan dengan baik, dan seterusnya. Barangkali rangking h-index atau rate manuskrip diterima dapat membantu juga dalam menentukan jurnal yang akan kita tuju.

Untuk membantu menilai jurnal, beberapa pengideks terpecaya dan diakui di kalangan ilmuwan dan universitas/lembaga penelitian global disajikan di bawah:

Cek jurnal terindeks (EI, SCI, ISI, …)

Cari untuk jurnal SCI (Daftar lengkap jurnal SCI disini)

Cari untuk jurnal SCIE (Daftar lengkap jurnal SCIE disini)

Cari untuk jurnal SSCI (Daftar lengkap jurnal SSCI disini)

Cari untuk jurnal ISI

Laman EI compendex 
(Catatan: untuk mengunduh daftar jurnal EI dan prosiding dalam format Excel, (1) klik pada link ini dan kemudian (2) klik pada “Compendex source list” )

Cek rangking JCR (Journal Citation Report) dari sebuah jurnal dan impact factor-nya (memerlukan langganan): https://jcr.incites.thomsonreuters.com/

Cek SCImago Journal Ranking (SJR) dalam istilah kuartil Q1, Q2, Q3, Q4, (catatan: rangking ini berbeda dengan rangking JCR di atas): http://www.scimagojr.com/

Cari untuk sitasi dalam ISI Web of Science (juga disebut Web of Knowledge): http://apps.webofknowledge.com/

Cek jurnal Impact Factor

Laman berikut menyediakan data impact factor: https://www.scijournal.org/