Pengukuran korosi yang efektif pada peralatan proses dan struktur pabrik dapat memberikan peringatan awal tentang kondisi proses yang rusak. Salah satu cara umum untuk memantau korosi yang dipakai dalam pabrik proses industri adalah: analisa kehilangan berat menggunakan kupon korosi.
Kupon logam
Analisa kehilangan berat menggunakan kupon logam merupakan metode mapan terlama untuk memperkirakan kehilangan korosi dalam pabrik dan peralatan. Dalam pendekatan ini cuplikan (kupon) logam atau paduan yang diteliti yang sudah ditimbang dipaparkan ke kondisi proses, kemudian diambil setelah selang waktu tertentu (Gambar 1). Produk korosi dibersihkan dari permukaan kupon dan cuplikan ditimbang lagi untuk menentukan kehilangan logam karena korosi.

Teknik kupon ini, karena mudah, menjadi metode dasar pengukuran dalam banyak program pemantauan korosi. Kehilangan berat kupon diubah menjadi laju korosi (corrosion rate; CR) menurut persamaan berikut:
CR = [Kehilangan berat (g) x K] : [densitas paduan (g/cm3) x Luas terpapar x Waktu (jam)]
Suku K (faktor K) adalah tetapan yang dipilih menurut satuan yang diinginkan untuk CR (sering mil per tahun atau mm per tahun; 1 mil = 1/1000 inchi).
Program pemantauan korosi tipikal melibatkan kupon yang dipaparkan ke media proses selama 90 hari sebelum diambil untuk analisa laboratorium, yang mengizinkan pabrik memperoleh empat pengukuran korosi per tahun. Kehilangan berat kupon sebagai akibat paparan ini dianggap sebagai nilai rata-rata selama paparan.
Kupon biasanya dipasang sejajar terhadap arah aliran fluida untuk lebih mencerminkan dengan lebih baik kondisi yang dialami oleh dinding bejana.
Penyiapan kupon dan pembersihan
Penyiapan awal permukaan kupon, dan pembersihan kupon setelah dipakai, adalah penting untuk mendapatkan data korosi yang berguna. Kupon harus dibersihkan sebelum ditimbang dan dipapar untuk menjamin kupon bebas dari kontaminan yang dapat memengaruhi hasil uji. Keduanya relevansi dan reproduksibilitas data kehilangan berat adalah sangat sensitif terhadap kesesuaian teknik pembersihan, dan terhadap cara kupon dikerjakan.
Metode pembersihan akhir permukaan meliputi tembakan dengan butiran kaca (glass beads), pasir atau agregat lain, maupun memoles dengan sabuk abrasif. Pemolesan permukaan dengan batu asah juga dapat digunakan. Standar yang relevan untuk pembersihan akhir permukaan kupon kehilangan berat meliputi Standar Internasional ASTM G1 dan G4 dan standar Praktik yang direkomendasikan AAMP.
Keuntungan dan keterbatasan
Pemantauan korosi menggunakan kupon mempunyai keuntungan maupun keterbatasan sebagai berikut.
Fleksibilitas. Karena kupon kehilangan berat dapat dibuat dari sembarang paduan yang tersedia secara komersial, teknik ini adalah fleksibel. Ini dapat diterapkan untuk kasus aliran gas, cair dan padat. Desain geometri yang berbeda dapat digunakan untuk meneliti rentang fenomena korosi, yang meliputi: korosi yang dibantu tegangan, serangan dua logam (galvanis), aerasi diferensial, dan zona yang dipengaruhi panas.
Pemeriksaan visual. Kupon korosi dapat diperiksa secara visual setelah uji selesai, sehingga endapan korosi dapat diamati dan dianalisa, dan korosi lokal dapat diidentifikasi dan diukur. Fenomena korosi lokal seperti sumuran juga dapat ditaksir.
Kemudahan. Pengukuran korosi langsung didapatkan, tanpa membutuhkan asumsi teoritis atau pendekatan, dan tidak diperlukan alat pemantau elektronika.
Keterlambatan waktu. Karena kupon dipaparkan selama periode waktu tiga bulan (atau lebih) sebelum analisa laboratorium, indikasi peristiwa korosi mungkin tidak teramati sampai setelah peristiwa terjadi. Dalam kasus peristiwa korosi khusus, waktu peristiwa tidak mungkin ditentukan dengan pasti.
CR rata-rata. Evaluasi kupon tidak bisa menyediakan informasi tentang perubahan laju korosi (seperti laju korosi puncak atau peristiwa korosi jangka pendek), yang kenaikan kehilangan berat mungkin tidak terdaftar. Jadi, pemantauan kupon adalah paling berguna dalam lingkungan dimana laju korosi tidak berubah secara signifikan untuk periode waktu yang lama.

Leave a comment