Pada 13 Juni 2025, Lab Elektrokimia & Korosi, Departemen Teknik Kimia, ITS, menerima kunjungan dua akademisi dari Jepang, yaitu Prof. Takaaki Tomai dan Dr. Yuta Nakayasu. Keduanya merupakan peneliti dari Frontier Research Institute for Interdisciplinary Science, Tohoku University, Jepang, yang aktif di bidang energi berkelanjutan dan material fungsional.
Sebelum berkunjung ke laboratorium, kedua sensei menyampaikan kuliah tamu di Aula Odjoe Djoeriaman dengan topik yang sangat relevan dengan isu keberlanjutan:
- Prof. Takaaki Tomai – “Supercritical Fluids Process for Nanomaterials and Its Applications Toward Carbon-Neutral Chemical Industry”
- Dr. Yuta Nakayasu – “Sustainable Electrode Materials from Biomass: Approaches Via Supercritical Impregnation and Hydrothermal Carbonization”
Kedua kuliah tersebut mendapat antusiasme dari mahasiswa dan dosen karena menawarkan wawasan baru tentang pemanfaatan biomassa dan teknologi superkritis untuk pengembangan material energi masa depan.
Dalam kunjungannya ke Lab Elektrokimia & Korosi, Prof. Tomai dan Dr. Nakayasu memaparkan riset yang sedang mereka kembangkan, yakni produksi elektroda berbahan sekam padi menjadi graphene melalui proses hidrotermal bersuhu rendah. Inovasi ini sedang diarahkan untuk dikomersialisasikan melalui start-up yang fokus pada bidang energi.
Dr. Nakayasu juga menjelaskan capaian terbaru mereka dalam pemanfaatan sekam padi sebagai karbon dan Fe–N4 (pyrite) dari limbah tambang yang keduanya diproses dengan metode hidrotermal dan didoping nitrogen. Hasilnya adalah elektrokatalis unggul untuk reaksi reduksi oksigen (ORR) yang bahkan diklaim melampaui kinerja katalis benchmark Pt/C.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Heru Setyawan, selaku kepala Lab, turut memaparkan mengenai riset yang tengah dikembangkan di labnya. Fokus utama Lab Elektrokimia & Korosi yaitu pengembangan komponen baterai logam-udara berbasis limbah pertanian (sabut kelapa dan TKKS). Limbah pertanian tersebut diolah menjadi hidrogel selulosa untuk aplikasi sebagai separator pada baterai.






Disisi lain, riset yang telah dikembangkan di Lab Elektrokimia & Korosi dari limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yaitu karbon aerogel terdoping nitrogen sebagai support pada elektrokatalis bifungsional (ORR dan OER) untuk katoda baterai.
Riset-riset tersebut menunjukkan konsistensi Lab Elektrokimia & Korosi dalam mendukung transisi menuju teknologi energi bersih berbasis limbah biomassa.
Kunjungan ini ditutup dengan kesepakatan untuk menjalin kolaborasi penelitian antara Teknik Kimia ITS (Lab Elektrokimia & Korosi dan Lab Mixing) dengan Tohoku University, Jepang. Diharapkan, kerja sama ini dapat memperkuat jejaring internasional sekaligus mempercepat lahirnya inovasi material dan teknologi energi berkelanjutan.
(nk)


Leave a comment