Sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kolaborasi antar insiyur kimia, Badan Kejuruan Kimia Persatuan Insinyur Indonesia (BKK PII) menyelenggarakan pertemuan tahunan 2025 yang diadakan di Universitas Indonesia (UI) (lihat disini). Pertemuan tahunan ini dimaksudkan untuk melihat kebutuhan industri kimia dan menjadi forum untuk jejaring, berbagi pengetahuan dan memperkuat hubungan antar masyarakat industri kimia, akademik dan praktisi. Tema pertemuan tahun ini adalah: “Optimizing Chemical Engineering’s Strategic Role for Safe and Sustainable Industrialization.”





Pada kesempatan ini Prof. Heru Setyawan menyampaikan paparannya pada salah satu sesi paralel “Product Design”. Prof. Heru menyampaikan gagasannya tentang pemanfaatan bahan lokal berkelanjutan untuk bahan baku elektroda devais penyimpan energi elektrokimia: baterai logam-udara dan reaktor elektrokimia untuk produksi bahan kimia (reduksi CO2 menjadi asam formiat dan produksi H2 dengan elektrolisa air). Indonesia mempunyai bauxite yang dapat dipakai sebagai bahan baku anoda aluminium dalam baterai aluminium-udara. Kita juga memiliki besi, nikel dan biomassa yang berlimpah, dimana bahan-bahan tersebut dapat diubah menjadi elektrokatalis reaksi redoks oksigen sebagai katoda baterai logam-udara dan baterai air laut. Bahan tersebut juga dapat dipakai sebagai elektroda reaktor elektrokimia untuk memproduksi bahan kimia seperti asam formiat dengan reduksi CO2, hidrogen dengan elektrolisa air, dan lain-lain. Apa yang dipaparkan tersebut telah dipublikasikan di jurnal ilmiah internasiona bereputasi dan didanai oleh MF Kedaireka, LPDP-Inspirasi, PT. Pertamina (Persero) dan PT. PLN (Persero).
Pada Gala Dinner malam harinya diadakan pemberian penghargaan untuk berbagai kategori dan Prof. Heru Setyawan mendapatkan penghargaan sebagai: “The Best Oral Presenter”.


Leave a comment