Tag Archives: Editor

Asal mula publikasi ilmiah

Oleh: Heru Setyawan

Publikasi di jurnal ilmiah internasional bereputasi telah menjadi salah satu syarat bagi dosen untuk bisa menduduki jabatan fungsional Guru Besar (Profesor). Sebenarnya bagaimana asal mula publikasi ilmiah ini dan seberapa penting peran publikasi ilmiah ini bagi masyarakat? Tuisan ini akan memaparkan informasi latar belakang tentang asal mula, peran dan sumbangsih dari penerbit.

Gambar 1. Asal mula publikasi ilmiah.

Akar publikasi dapat dilacak sampai kurang lebih 300 tahun yang lalu (Gambar 1). Pada tahun 1439, Gutenberg, seorang pandai besi berkebangsaan Jerman menemukan mesin penyalin tulisan yang dapat dipindahkan. Mesin ini memungkinkan membuat salinan literatur dalam jumlah yang banyak. Naskah agama dan kalender agama adalah jenis dokumen yang pertama disalin. Pada tahun 1580, Elzevir, sebuah keluarga Belanda, mendirikan House of Elzevir yang menjual dan menerbitkan buku. Perusaahaan yang ada saat ini, Elsevier, bukan keturunan langsung dari keluarga asal ini. Namun demikian, Elsevier mengambil namanya untuk menghormati ketika perusahaan memulai bisnisnya pada akhir tahun 1800an.

Pada tahun 1663, Henry Oldenberg ditunjuk sebagai sekretaris Royal Society. Ia mulai mempraktekkan untuk mengirim naskah yang dikirim ke jurnal kepada para pakar yang dapat menilai mutu naskah sebelum diterbitkan. Dari sini, proses penelaahan sejawat diciptakan. Kemudian, ia berinisiatif untuk mengedit nomor pertama “Philosophical Transactions of Royal Society“, yang dianggap sebagai jurnal ilmiah pertama. Penerbitan jurnal pertama kali terjadi pada tahun 1665 ketika Royal Society di Inggris menyadari perlunya mencatat temuan dan transaksi penemuan ilmiah mereka.

Gambar 2 menunjukkan peningkatan jumlah jurnal selama beberapa tahun, dari 1990 sampai 2013. Ini dengan jelas membuktikan bahwa proses penelaahan sejawat terus menjadi praktek yang populer, dan jurnal dengan penelaahan sejawat terus tumbuh. Sistem penerbitan ilmiah, teknik dan medik saat ini telah berkembang lebih daripada 100 tahun dan melayani masyarakat ilmiah dan medik dunia. Industri penerbitan ilmiah, teknik dan medik sangat kompetitif. Setiap tahun, sekitar 2.000 organisasi penerbitan menerbitkan 20.000 jurnal ilmiah dan 1,2 sampai 1,4 juta artikel dari kira-kira 5,5 juta peneliti dari seluruh penjuru dunia.

Gambar 2. Pertumbuhan jurnal dengan penelaahan sejawat dari 1990-2013.

Menurut Oldenberg, jurnal atau publikasi ilmiah melaksanakan empat peran untuk Royal Society. Peran pertama adalah Pendaftaran, yang menempatkan penerbit sebagai pihak ketiga yang merdeka dan netral untuk melacak risalah ilmu pengetahuan. Peran kedua adalah sertifikasi, yang mengharuskan penerbit secara aktif mengelola editor dan dewan editor, menyediakan stempel persetujuan dan sebagai penjamin mutu terakhir. Peran ketiga adalah penyebaran, yang mana penerbit menyediakan produksi jurnal dasar dan pendistribusiannya. Peran keempat adalah penjagaan, dimana penerbit menjaga dan mengarsip ilmu pengetahuan.

Di era modern saat ini, penerbit sepertinya masih memenuhi empat peran yang telah ditetapkan oleh Oldenberg maupun yang dapat dianggap sebagai peran kelima, yaitu: mempromosikan dan menfasilitasi penggunaan informasi ilmiah. Makalah ilmiah bukan hanya teks “datar”, tetapi diperkaya dalam beberapa cara dalam lingkungan daring. Sebagai contoh, makalah ilmiah diperkaya dengan tautan yang menghubungkannya dengan makalah lain atau dengan sarana multimedia yang dimasukkan dalam makalah. Penerbit juga menjamin bahwa makalah ditemukan oleh mesin pencari dan oleh penyertaannya dalam basis data abstrak. Penerbit melakukan investasi dalam inovasi dan teknologi untuk mencari metoda baru untuk melaksanakan lima peran ini. Penerbit juga mengkoordinasikan pertukaran gagasan antar penulis, editor, penelaah, dan pembaca ilmiah, teknik dan medik yang terdiri dari peneliti, ilmuwan, profesional kesehatan, mahasiswa dan pasien. Mereka mengembangkan produk dan layanan dengan mengidentifikasi masalah dan mencari penyelesaiannya, dan dengan begitu meningkatkan peran dasar penerbitan.

Beberapa komunitas yang dilayani oleh penerbit meliputi:

  1. Peneliti
  2. Praktisi kesehatan
  3. Dosen dan mahasiswa
  4. Perusahaan farmasi
  5. Pustakawan
  6. Masyarakat
  7. Profesional
  8. Masyarakat umum

Sebagai gambaran, Elsevier memiliki jaringan penerbitan yang meliputi lebih dari 7.000 editor dan 70.000 anggota dewan editor. Setiap tahun, jaringan ini berurusan dengan dan mendukung sekitar 570.000 penelaah sejawat dan lebih dari 650.000 penulis. Gambar 3 menunjukkan hasil studi yang dilakukan oleh Publishing Research Consortium pada tahun 2010 dan didasarkan pada tanggapan lebih daripada 3.800 peneliti di seluruh dunia. Studi ini menanyakan kepada peneliti jenis informasi yang penting bagi mereka dan seberapa mudah mereka dapat mengakses informasi tersebut. Semua disiplin ilmu menilai bahwa artikel jurnal sebagai sumber informasi paling penting. Dan, 93% dari peneliti yang disurvei mengungkapkan bahwa akses terhadap informasi penting adalah “sangat mudah” atau “cukup mudah”.

Gambar 3. Hasil studi mengenai kemudahan akses informasi.

Disebabkan oleh investasi oleh penerbit dan pustakawan, ada pertumbuhan yang nyata dalam akses kepada penelitian, yang telah mengakibatkan peningkatan pengiriman artikel. Gambar 4 menunjukkan bahwa dalam istilah pengiriman artikel, beberapa negara yang pertumbuhannya paling cepat adalah dari kawasan negara berkembang.

Gambar 4. Perkembangan global publikasi ilmiah.
Diolah dari Modul Pelatihan Elsevier Researcher Academy: The Origins of Scientific Publishing.