Categories
NEWS!

Pembersih tumpahan minyak dari sabut kelapa

Struktur bahan baru dari sabut kelapa yang dikembangkan oleh Departemen Teknik Kimia ITS memisahkan minyak secara selektif dari campuran minyak-air.

Struktur tersebut – aerogel selulosa hidrofob – adalah struktur yang sangat berpori yang menolak air. Ketika dicelupkan ke campuran minyak-air, permukaan aerogel selulosa menolak air dan menyerap minyak masuk ke dalam strukturnya yang memiliki pori-pori yang sangat banyak.

Bahan baru ini mampu menyerap minyak 18 kali beratnya sendiri. Terlebih, modifikasi permukaan hidrofob menghasilkan bahan yang sangat selektif terhadap minyak sehingga bahan ini menyerap hanya minyaknya saja dari campuran minyak-air, baik minyaknya di lapisan atas (mengapung) maupun di bawah (tenggelam).

Pemisahan minyak dari permukaan air menggunakan aerogel selulosa hidrofob: minyak pelumas (atas) dan dikhlorometana (bawah).

Heru Setyawan, Peneliti Utama riset ini, mengatakan struktur seperti spons ini dapat dibuat dari bahan yang relatif murah, bahkan bisa jadi tidak laku dijual. Hampir semua bahan biomassa yang mengandung selulosa seperti sabut kelapa, tandan kosong kepala sawit, ampas tebu, dan jerami padi, dapat dipakai.

Air limbah berminyak banyak dihasilkan oleh industri minyak dan makanan & minuman, dan juga oleh sektor energi dan industri mekanik. Jika dibiarkan tidak diolah, air limbah berminyak dapat masuk ke dalam air minum, menyebabkan pencemaran dalam sungai dan laut, dan merusak fauna lokal.

Untuk bisnis yang menghasilkan air limbah berminyak, penting untuk memisahkan minyak dari fasilitasnya dengan cara yang aman dan higinis.

Heru dan 2 koleganya dari Departemen Teknik Kimia ITS, serta dari Universitas Brawijaya dan BRIN melaporkan detail bahan aerogel selulosa hidrofob baru ini di jurnal Journal of Polymers and the Environment.

Memangkas biaya dan rute pengolahan tradisional

Saat ini, teknologi yang umum digunakan untuk mengolah air limbah berminyak meliputi pembakaran, pemisahan sentrifugal, filtrasi dan netralisasi. Metode ini tidak murah dan menyebabkan pencemaran sekunder. Selain itu, metode tersebut sering gagal memisahkan minyak secara sempurna.

Metode absorben menggunakan aerogel selolusa selektif ini mempunyai keuntungan dalam memangkas biaya dan rute pengolahan air limbah berminyak. Ini sangat menarik dan menantang karena kami datang dengan pendekatan baru untuk pengolahan air limbah berminyak.

By Lab Elkimkor

We belong to the Department of Chemical Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s