Membuat publikasi ilmiah siap secara visual

Dalam sebuah publikasi ilmiah lazimnya data disajikan secara visual agar dengan cepat bisa dipahami. Begitu juga dengan ide tentang suatu mekanisme atau prosedur akan lebih mudah dipahami jika disajikan dalam diagram. Ciri visual atau diagram yang efektif adalah apabila grafik dapat membantu pembaca dengan mudah dan cepat mengerti informasi yang disajikan tanpa perlu membaca narasi penjelasan dalam teks. Ciri-ciri tersebut antara lain:

  • Menggunakan kombinasi warna yang tegas, kontras dan saling melengkapi
  • Membawa informasi penting tentang penelitian
  • Menggunakan label yang jelas
  • Berisi huruf berukuran kecil
  • Menggunakan citra yang jelas, resolusi tinggi
  • Berisi grafik yang digambar dengan baik, tidak terlalu ramai
  • Menggunakan simbol dan/atau keterangan yang berbeda untuk mengidentifikasi komponen

Tulisan singkat ini akan menguraikan tentang bagaimana memilih jenis visual yang sesuai, menarik perhatian dengan grafik “Table of Contents”, membawa informasi yang bermanfaat secara ringkas dalam gambar, dan mewakili data secara efektif dengan visual.

Visual yang baik akan lebih mampu menarik perhatian daripada kata-kata. Untuk itu, visual harus jelas sehingga tidak ada ruang yang dapat membingungkan pembaca. Selain itu, visual harus singkat dan menyajikan hasil atau ide secara akurat dan dapat dipercaya. Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah visual harus mampu menyampaikan pesan/informasi secara efisien dan tidak terlalu ramai dan berlebihan.

Visual dalam sebuah karya ilmiah dapat disajikan dalam bentuk grafik, gambar, skema, dan tabel dan bagan. Grafik mewakili konsep dan kesimpulan secara visual. Grafik tidak membagikan penelitian sebenarnya tetapi hanya mengilustrasikan poin penting bagi pembaca. Jenis visual ini biasanya ditaruh dalam abstrak atau untuk merangkum poin penting manuskrip. Contoh grafik ditunjukkan pada Gambar 1.

Gambar 1. Contoh visual berupa grafik.

Gambar adalah representasi visual informasi yang membagikan informasi hasil penelitian yang sesungguhnya. Berbeda dengan grafik, gambar membagikan secara langsung data penelitian dengan pembaca. Gambar bisa berupa plot, spektrum, struktur kristal, daftar struktur kimia, dan lain-lain. Contoh gambar berupa spektrum ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2. Spektrum absorpsi UV-vis.

Skema bisa dipakai untuk mendefinisikan reaksi kimia tertentu dan struktur. Visual ini bisa dipakai untuk menggambarkan proses, reaksi, flow chart, atau transformasi. Tabel dan bagan adalah himpunan informasi yang disajikan seperti jaringan. Tabel dan bagan sederhananya adalah data disajikan dengan menyusun titik-titik data atau struktur kimia jamak. Contoh visual berupa skema ditunjukkan pada Gambar 3 dan tabel dan bagan pada Gambar 4.

Gambar 3. Contoh visual berupa skema.
Gambar 4. Contoh visual berupa tabel.

Visual yang telah kita buat harus disisipkan dalam manuskrip di tempat yang tepat. Visual bisa membantu dalam membuat analisa, menata hasil pengamatan dan mengambil kesimpulan. Visual harus dirujuk dalam narasi manuskrip. Jangan sampai kita menyajikan visual dalam manuskrip tetapi visual tersebut tidak dirujuk dan dibahas sama sekali. Visual bisa dirujuk dalam narasi manuskrip sebelum tanda baca berhenti. Contohnya adalah

Observing the individual fibers of cellulose aerogels and the corresponding carbon aerogels after pyrolysis, as shown in Figure 2b1−b3, one can say that the carbon fibers have a smaller size.

https://dx.doi.org/10.1021/acs.iecr.0c03771

Dalam menulis manuskrip, visual umumnya disisipkan setelah paragraf pertama yang menyebutnya. Tetapi perlu diingat bahwa dalam produksi akhir setelah manuskrip diterima, visual mungkin dipindahkan untuk mencapai tata letak halaman yang optimal. Contoh peletakan visual dalam manuskrip ditunjukkan pada Gambar 5 dan hasil publikasinya pada Gambar 6.

Gambar 5. Contoh peletakan visual dalam manuskrip yang dikirim ke jurnal untuk review.
Gambar 6. Hasil produksi akhir yang dipublikasikan dari contoh pada Gambar 5. Sumber: https://doi.org/10.1007/s10570-019-02753-x

Nomor persamaan juga memungkinkan untuk dapat dirujuk dengan mudah. Nomor persamaan biasanya diletakkan dalam tanda kurung di margin kanan. Nomor persamaan tersebut kemudian dapat dirujuk langsung dalam narasi dalam teks manuskrip ketika dibutuhkan. Contoh penulisan persamaan dan nomornya ditunjukkan pada Gambar 7 dan cara merujuknya adalah

“The more general equations in eqs 3 and 4, however, are not necessarily identical for zero potential because the probability distribution functions may be different for the anodic and cathodic processes …”

Gambar 7. Contoh penulisan persamaan dalam manuskrip. Sumber: https://doi.org/10.1021/ja201560v

Visual yang berupa tabel harus dibuat dengan kualitas tinggi. Ukuran huruf yang digunakan bisa 10 atau 12 pt. Jika tabel dibuat menggunakan Words, setiap sel sebaiknya hanya diisi satu baris. Penulisan dalam sel sebaiknya rata kiri sedangkan untuk angka yang mengandung angka desimal yang diratakan komanya. Kalau tabel dikirim secara terpisah dari manuskrip, pastikan tabel disimpan dalam format yang dapat diedit, bukan pdf.

Beberapa jurnal mensyaratkan ketika mengirim manuskrip untuk publikasi disertai dengan abstrak grafis, yang pada jurnal terbitan Elsevier disebut Graphical Abstract dan jurnal terbitan ACS disebut Table of Contents. Contoh abstrak grafis ditunjukkan pada Gambar 8. Abstrak grafis yang efektif akan berisi:

  • Tinjauan apa yang ada dalam artikel
  • Sederhana dan penuh warna
  • Menggunakan huruf sesedikit mungkin
  • Berisi hanya karya orisinil, belum dipublikasi
Gambar 8. Contoh abstrak grafis. Sumber: https://doi.org/10.1021/acsomega.3c02244

Dalam membuat abstrak grafis sebaiknya dihindari hal-hal sebagai berikut:

  • Terlalu ramai atau rumit
  • Tidak mempunyai titik fokal
  • Tidak cukup jelas untuk dibaca
  • Memasukkan foto orang
  • Terlalu kartunis

Abstrak grafis sebaiknya dibuat tidak terlalu ramai atau rumit, tetapi fokus pada detail paling penting dari hasil atau temuan penelitian anda. Sebaiknya dihindari memasukkan terlalu banyak unsur visual yang bisa mengalihkan perhatian pembaca dan bahkan mungkin menyebabkan gambar menjadi tidak jelas dalam gambar akhir (contoh Gambar 9).

Gambar 9. Abstrak grafis yang terlalu ramai dan rumita yang pada akhirnya malah tidak jelas.

Bahkan ketika semua unsur mudah dilihat dalam grafik akhir, abstrak grafis yang paling baik adalah yang fokus pada pesan tunggal bagi pembaca. Contoh pada Gambar 10 tidak menyediakan fokus untuk dengan mudah dipahami pembaca. Gambar ini hanya menyajikan data bersama-sama dengan beberapa diagram, dan tanpa label untuk mengarahkan pembaca.

Gambar 10. Abstrak grafis yang tidak fokus, hanya menyajikan data dan diagram tanpa label.

Abstrak grafis yang hurufnya tidak bisa dibaca juga akan menyulitkan pembaca untuk memahami pesan yang ingin disampaikan. Ketika membuat abstrak grafis pastikan nantinya ketika sudah dicetak semua huruf dapat dibaca, tidak hanya huruf dengan ukuran terbesar saja. Oleh sebab itu, abstrak grafis ketika diubah menjadi ukuran akhir publikasi, semua unsur dapat dibaca dengan jelas, tidak hanya huruf terbesar. Dalam contoh pada Gambar 11, judul ditulis dalam huruf besar yang tidak perlu, tetapi label pada ikatan kimia terlalu kecil untuk dibaca. 

Gambar 11. Contoh abstrak grafis yang tidak semua hurufnya dapat dibaca. Hanya huruf terbesar saja yang terbaca sedangkan huruf berukuran kecil tidak.

Dalam membuat abstrak grafis sebaiknya pemakaian foto orang dihindari. Foto orang memerlukan dokumentasi tambahan dalam bentuk pelepasan model dan persetujuan lain.  Karena abstrak grafis dirancang untuk fokus pada hasil ilmiah kunci, pemakaian foto orang umumnya tidak relevan.

Gambar 12. Abstrak grafis yang menggunakan foto orang sebaiknya dihindari karena tidak relevan dengan hasil penting penelitian.

Ada godaan untuk menggunakan kartun untuk menggantikan orang atau benda sesungguhnya, tetapi pastikan untuk tetap menjaga desain yang profesional dan konsisten dengan sesuatu yang ditambahkan ke gambar dalam manuskrip. Sebaiknya dihindari pemakaian wajah smiley dan unsur-unsur yang sangat kasual yang tidak cocok dengan kualitas sebuah artikel ilmiah.

Gambar 13. Abstrak grafis memakai kartun untuk penggambarannya yang sebaiknya dihindari.

Gambar merupakan bentuk visual yang paling sering digunakan untuk menyajikan data/informasi hasil penelitian. Ketika menggunakan visual gambar, gambar harus mampu:

  • membawa pesan secara ringkas
  • membawa pesan yang jelas, terpadu
  • berdiri sendiri

Perhatikan Gambar 14 yang menyajikan data pola X-ray diffraction (XRD) dari beberapa bahan (selulosa) yang dihasilkan dari percobaan. Dalam gambarnya sendiri sudah ada keterangan setiap pola mewakili bahan apa: (a) Pulp, (b) Cellulose-NaOH dan (c) Cellulose-NH4OH. Bidang kristal pada puncak karakteristik bahan juga ditunjukkan: (1-10), (002), dan seterusnya. Sementara itu pada judul gambar dijelaskan gambar ini menunjukkan data apa dengan nomor gambar. Dengan melihat gambar ini seorang pembaca secara umum dapat memahami hasil penelitian yang dimaksud penulis, tidak harus membaca naskahnya. Inilah yang dimaksud dengan gambar bisa berdiri sendiri untuk membantu pembaca memahami secara garis besar penelitian yang ditulis.

Gambar 14. Contoh gambar visual berupa pola difraksi sinar X. (Sumber: https://doi.org/10.1021/acsomega.3c02244)

Bentuk penyajian visual lain dari data penelitian adalah bisa berupa plot X-Y, diagram batang atau bentuk grafik lain. Kita harus memutuskan cara terbaik untuk menyajikan data penelitian kita agar mudah dipahami pembaca. Sebagai panduan, jika ada hubungan sebab akibat atau hubungan langsung antara variabel satu dengan yang lain, sebaiknya menggunakan visual plot X-Y (Gambar 15b). Namun, jika tidak ada hubungan langsung antara sumbu X dan Y, dan titik data tidak berurutan, sebaiknya menggunakan visual diagram batang (Gambar 15a). Dalam memilih bentuk visual yang tepat, pikirkan apakah dengan cara penyajian yang kita pilih pembaca dapat memahami tema dan kesimpulan yang ingin kita sampaikan.

Untuk data yang kompleks dan ketika harus membandingkan beberapa himpunan data, sebaiknya mereka disajikan dalam sebuah grafik, bukan tabel. Model dan skema dapat digunakan untuk melengkapi narasi dan membantu pemahaman pembaca. Dalam membuat grafik, gunakan data primer untuk memberikan informasi detail sehingga pembaca bisa mengevaluasi klaim yang kita buat.

Visual apapun yang kita pilih, visual harus dibuat dan ditampilkan secara profesional. Visual profesional memiliki ciri-ciri:

  • menggunakan warna komplementer, tegas untuk membedakan himpunan data
  • tidak menggunakan arsiran berbeda dengan warna sama
  • menggunakan huruf dan bentuk untuk pembaca buta warna
  • memasukkan grafik “persegi emas” dengan rasio lebar terhadap tinggi 1,6:1
  • tidak menggunakan huruf, gambar dan citra amatir

Label pada visual harus dibuat secara penuh dan konsisten. Ketika memberi label pada visual, perhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Beri visual dengan label yang jelas dan mudah dibaca
  • Pastikan kekontrasan yang cukup dengan latar belakang
  • Gunakan huruf beresolusi tinggi
  • Periksa ulang konsistensi seluruh manuskrip

Sebagai contoh perhatikan Gambar 16 yang memasukkan: (i) kondisi reaksi, (ii) keterangan, (iii) jumlah senyawa di bawah molekul, dan (iv) label dan judul pada sumbu X dan Y.

Gambar 16. Contoh visual dengan label dan keterangan yang jelas.

Label juga harus dibuat dengan memberi pesan yang jelas. Judul gambar harus bisa menambah informasi tambahan bagi pembaca. Jadi, label pada visual menjelaskan unsur dalam visual, sedangkan keterangan/judul gambar menyediakan lebih banyak informasi kepada pembaca. Judul gambar adalah uraian singkat, tidak perlu kalimat lengkap. Informasi tambahan dalam bentuk kalimat lengkap, dengan subyek dan predikat, dapat diberikan (lihat Gambar 17 sebagai contoh). Judul gambar yang baik memiliki ciri:

  • Mengidentifikasi atau menjelaskan semua bagian grafik dan mendefinisikan semua simbol dan singkatan yang tidak terdefinisi sebelumnya;
  • Menyediakan semua detail percobaan penting;
  • Merujuk ke semua panel jika grafik mengandung banyak panel;
  • Menguraikan inset, jika ada;, menggunakan teks yang dapat dibaca pada ukuran publikasi; dan
  • Menunjukkan data dinormalisasi ke apa, jika data dinormalisasi disajikan, jika tidak ia merupakan bukti dalam grafik.

Ukuran dan resolusi dapat berbeda-beda tergantung jurnal, jadi periksa lagi sebelum mengirim manuskrip anda.

Gambar 17. Label dan judul/keterangan gambar. (Sumber: https://doi.org/10.1021/acschembio.0c00032)

(hs)


Comments

Leave a comment