ITS buka jalan bagi baterai aluminium-udara dapat diisi ulang berbasis air

Tim peneliti dari Departemen Teknik Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang dipimpin oleh Prof. Heru Setyawan berhasil mengembangkan teknologi yang membuka peluang terwujudnya baterai aluminium-udara berbasis air yang dapat diisi ulang. Selama ini, pengembangan baterai jenis ini menghadapi kendala mendasar karena reaksi aluminium dalam elektrolit air cenderung kalah bersaing dengan pembentukan gas hidrogen, sehingga proses pengisian yang mendeposisikan kembali ion aluminium menjadi sulit sekali terjadi. Melalui pemanfaatan elektrolit hidrogel selulosa dari serat sabut kelapa, tim peneliti mampu mengatur reaksi pada antarmuka anoda aluminium sehingga proses redoks aluminium menjadi reversibel. Hasil pengujian menunjukkan sel mampu beroperasi hingga 800 jam siklus isi dan lepas muatan tanpa memerlukan pelembapan eksternal, sebuah capaian yang membuka peluang baru bagi pengembangan baterai aluminium-udara berbasis air sebagai penyimpan energi masa depan. Hasil ini telah dipublikasikan di Journal of Power Sources (DOI: 10.1016/j.jpowsour.2026.241380).

Hasil penelitian tersebut berhasil diwujudkan sebagai purwarupa baterai AluBayu yang secara langsung mengadopsi konfigurasi sistem sel di atas. Purwarupa ini menjadi representasi nyata dari teknologi yang telah tervalidasi di laboratorium, yang menandai langkah penting dalam upaya hilirisasi hasil riset menuju solusi penyimpanan energi masa depan yang memanfaatkan sumber daya aluminium dan biomassa yang melimpah dan berkelanjutan.

(hs)

Tim Peneliti Lab. Elektrokimia dan Korosi, Departemen Teknik Kimia ITS yang terlibat dalam pengembangan baterai aluminium-udara dapat diisi ulang dan fabrikasi purwarupanya.

Comments

Leave a comment