Categories
Articles

Memamerkan hasil penting penelitian dalam jurnal

Banyak peneliti berpikir, “penelitianku berbicara kepada diriku sendiri!” Kolega anda juga begitu. Tetapi faktanya memang tidak setiap artikel dapat menarik minat banyak pembaca.

Untuk mengetahui bagian mana yang dapat menarik minat untuk terus membaca, coba pikirkan tentang artikel terakhir yang anda baca dan yang anda benar-benar menikmatinya. Apa yang merebut perhatian anda sehingga anda tetap membacanya? Apa yang membuat artikel tersebut menonjol? Buat daftar tiga dari lima ciri artikel yang menarik tersebut.

Tidak seperti dulu ketika internet belum marak di masyarakat, saat ini lebih banyak ilmuwan daripada yang pernah ada sebelumnya mengirimkan manuskrip untuk publikasi. Editor menilai penelitian yang penting dan baru. Tugas kita adalah untuk memamerkan bagaimana manuskrip kita berdampak terhadap masyarakat ilmiah dan bagaimana pembaca mengambil manfaat dari temuan kita.

Disini kita akan membahas teknik dan strategi yang mungkin berguna agar manuskrip yang kita tulis dapat menarik perhatian pembaca dan dapat meningkatkan peluang untuk dipublikasikan. Yang perlu kita ingat terlebih dulu adalah bahwasanya pembaca pertama manuskrip kita adalah editor jurnal dan reviewer. Jadi penting untuk memberikan kesan pertama yang luar biasa kepada mereka.

Sebelum kita lanjutkan, simak pendapat beberapa editor jurnal internasional ternama berikut ini.

Hasil baru lebih mudah untuk disoroti dan dikenali karena hasil tersebut mewakili laporan pertama sebuah bahan, sistem atau fenomena. Hasil penting mempunyai batang yang lebih tinggi karena penelitian harus mempertahankan mengapa itu penting – yang dalam hal ini memerlukan pemahaman literatur sebelumnya, mengidentifikasi celah dalam pengetahuan, manyatakan bagaimana hasil menyelesaikan masalah, dan kemudian mengantisipasi dampak ke depannya.

Saya mencari informasi ini di berbagai tempat dalam manuskrip, tetapi biasanya dalam paragraf yang menyatakan dan menginterpretasikan hasil atau dalam bagian kesimpulan.

Dr. Teri Odom, Editor-in-Chief, Nano Letters.

“Apa yang penting tergantung pada bidangnya.” Dalam bidang kimia fisika, membuat bahan baru tidak selalu penting, jika tidak diikuti dengan pengukuran yang membawa informasi atau konsep kimia fisika baru. Sebaliknya, mengembangkan teknik baru untuk pengukuran atau melakukan simulasi bisa sangat penting, karena hal itu mungkin mengizinkan peneliti untuk mengeksplorasi sifat kimia fisika molekul dan bahan dengan cara baru.

Dr. Gregory Hartland, Deputy Editor, Journal of Physical Chemistry C.

“Ketika mengevaluasi pentingnya sebuah manuskrip, saya bertanya kepada diri sendiri apakah penelitian itu mengubah cara saya berpikir tentang kimia, atau tentang sub-bidang kimia, tergantung pada apakah penelitian ini dimaksudkan untuk masyarakat umum atau jurnal khusus.” Penelitian yang sangat penting menghasilkan pandangan baru yang memprovokasi pemikiran yang saya harapkan akan berdampak pada cara ilmuwan kimia merancang dan mewujudkan percobaan kimia dan menginterpretasikan hasil.

Penulis dapat menyoroti pentingnya penelitian dengan menerangkan bagaimana penelitian mereka memajukan bidangnya. Uraian yang jelas tentang keadaan bidang itu dalam pendahuluan meletakkan pondasi kritis. Ketika mendiskusikan hasilnya, penulis harus menekankan bagaimana penelitian mereka tidak hanya menambah pengetahuan itu tetapi juga menggerakkan bidang ke arah baru.

Dr. Kara Bren, Associate Editor, Journal of the American Society.

Judul

Judul manuskrip adalah kesan pertama bagi pembaca potensial. Semakin menarik judul, semakin besar kemungkinan orang akan membaca apa yang kita tulis. Oleh sebab itu, kita perlu mempertimbangkan:

  • siapa yang akan membaca judul kita;
  • apa yang akan menarik bagi mereka; dan
  • bagaimana mereka akan menemukan penelitian kita.

Judul yang lebih singkat umumnya lebih efektif untuk mendapatkan perhatian pembaca. Sebuah studi telah menunjukkan korelasi bahwa judul yang lebih pendek mendapatkan sitasi yang lebih banyak.

Kita perlu mengidentifikasi apakah manuskrip yang kita tulis benar-benar tentang hal terpenting yang ingin kita komunikasikan dengan pembaca. Kemudian, hasil atau temuan itu kita uraikan dalam sesedikit mungkin kata (dibawah 20 jika mungkin) dan sebaiknya judul ini berbeda dengan paper kita sebelumnya yang telah dipublikasikan. Setelah itu, baca lagi apa yang sudah kita tulis dan hapus kata-kata yang tidak perlu.

Ketika mengedit judul anda, hindari kesalahan umum ini:

  • Penggambaran yang terlalu mengunggulkan dan berlebihan
  • Pemakaian kata-kata dengungan (jika mungkin)
  • Singkatan
  • Menanyakan pertanyaan

Hindari klaim yang terlalu mengunggulkan dan susah untuk membuktikannya, misal: “best”, “first”, “novel”, “superior”. Kata pengubah ini menimbulkan kecurigaan dan pertanyaan editor, reviewer dan pembaca. Ini adalah contoh pemakaian penggambaran yang terlalu mengunggulkan/berlebihan:

A Novel and Superior Process for Concise Catalyst-Driven Synthesis of Olympicene

Jika ingin memakai kata dengungan (istilah dan frasa populer saat ini seperti “green” atau “energy efficient”), kita harus memastikan untuk membuktikannya dalam manuskrip. Ini adalah sebuah contoh yang memakai kata-kata dengungan:

Green Methods of Energy-Efficient Plasma Usage in CO2 Conversion

Judul sebaiknya tidak menggunakan singkatan jika singkatan tidak dikenal secara luas. Singkatan mempunyai makna kecil di luar sub-disiplin khusus padahal kita menginginkan manuskrip yang kita tulis mempunyai daya tarik yang lebih luas. Ini adalah sebuah contoh yang memakai singkatan yang tidak jelas:

SL-BOCLE and HFRR Analysis of Fuels Based on DHME Reveals Improved Lubricity

Kita sebaiknya juga menghindari judal yang menanyakan sebuah pertanyaan. Pembaca ingin kita, sebagai penulis, memasok jawaban, bukan menanyakan pertanyaan. Akan lebih baik jika kita menggunakan judul sebagai pratinjau untuk apa yang kita teliti. Ini adalah sebuah contoh yang menanyakan pertanyaan:

Which Bohemic Acid Components Present the Best Antibiotics Properties? Separation and Analysis of Stereoisomeric Compounds from Actinosporangium

Sebelum kita lanjutkan, coba periksa pemahaman kita. Dari pilihan yang disediakan, pilih judul yang anda percaya lebih menarik.

Judul yang lebih pendek (dari paper dalam ACS Energy Letters) secara ringkas merangkum fokus kunci dari manuskrip tanpa menambahkan detail yang tidak begitu kritis tentang metode dan proses. Dalam membuat judul, tulis beberapa versi judul sebelum benar-benar menjadi apa yang kita inginkan. Kadang-kadang, dengan meninggalkan dulu dan kemudian kembali lagi dapat memberi pandangan baru. Tepat sebelum mengirimkan draf manuskrip yang sudah selesai, selalu tinjau lagi judul manuskrip.

Abstrak

Abstrak sebuah manuskrip harus dengan jelas menyatakan temuan penting dan kunci dari penelitian. Abstrak bukan hanya rangkuman segala sesuatu yang ada dalam manuskrip. Abstrak bekerja berdampingan dengan judul untuk menarik pembaca ke dalam isi, dan memberikan kepada pembaca ide yang jelas tentang ruang lingkup manuskrip.

Abstrak harus mampu memberitahukan cerita penelitian kita tanpa kalimat pengantar yang berlebihan atau detail dan data yang tidak relevan. Kita harus memasukkan kata kunci dan frasa paling penting untuk membuat manuskrip dapat ditemukan. Ketika membuat abstrak anda, kita harus tetap mengingat bahwa kita ingin manuskrip yang kita tulis mempunyai jumlah pembaca yang luas. Periksa panduan jurnal untuk memastikan bahwa abstrak masih berada dalam jumlah kata maksimum. Berikut ini adalah contoh abstrak:

Soybean lipoxygenase catlyses a proton-coupled electron transfer (PCET) reaction and serve as a prototype for hydrogen tunneling in enzymes due to the unusually high kinetic isotope effect and significant modulation of the rate constant and kinetic isotope effect by mutation. Herein these experimental observations are interpreted in the context of changes in the substrate binding pocket in microsecond molecular dynamic simulations of wild-type and mutant soybean lipoxygenase.

The binding pocket exhibits an hourglass shape with residues L546 and L754 bracketing the bottleneck, positioning the linoleic acid substrate for PCET. Mutation of I553 to less bulky residues slightly increases the width of the bottleneck and the volume of the binding pocket. Mutating L546 and L654 to a smaller residue also enlarges this width and volume, and mutating both has an even more dramatic effect. This analysis illustrates how mutation of the substrate binding pocket can be used as a strategy to tune the kinetics.

Sebuah abstrak harus memasukkan lima bagian kunci:

  1. Tujuan, yang memperkenalkan topik dan manfaatnya;
  2. pernyataan masalah, yang menjelaskan permasalahan yang kita selesaikan atau isu ilmiah yang kita angkat;
  3. metodologi, yang menguraikan pendekatan kita;
  4. temuan utama, dimana temuan kunci disorot; dan
  5. kesimpulan, dimana penelitian dirangkum.

Contoh lima bagian dalam sebuah abstrak yang kuat diberikan di bawah, yang masing-masing komponen dijelaskan setelahnya..

Engineered 3D DNA crystal are promising scaffold for bottom-up construction of three-dimensional, macroscopic devices from the molecular level. Nevertheless, this has been hindered by the highly constrained conditions for DNA crystals to be stable. Here we report a method to prepare robust 3D DNA crystals by postassembly ligation to remove the constraint. Specifically, sticky ends at crystal contacts were enzymatically ligated, and the covalent bonds significantly enhanced crystal stability, e.g., being stable at 65 °C. This method also enabled the fabrication of DNA crystals with complex architectures including crystal cell, core-cell, matryoshka dolls. Furthermore, we have demonstrated the applications of the robust DNA crystals in biocatalysis and protein entrapment. Our study removes one key obstacle for the applications of DNA crystals and offers many new opportunities in DNA nanotechnology.

Tujuan dan pernyataan masalah (ingat gambaran besarnya): Engineered 3D DNA crystal are promising scaffold for bottom-up construction of three-dimensional, macroscopic devices from the molecular level. Nevertheless, this has been hindered by the highly constrained conditions for DNA crystals to be stable.

Metodologi dan temuan utama (soroti temuan kuncinya): Here we report a method to prepare robust 3D DNA crystals by postassembly ligation to remove the constraint. Specifically, sticky ends at crystal contacts were enzymatically ligated, and the covalent bonds significantly enhanced crystal stability, e.g., being stable at 65 °C. This method also enabled the fabrication of DNA crystals with complex architectures including crystal cell, core-cell, matryoshka dolls. Furthermore, we have demonstrated the applications of the robust DNA crystals in biocatalysis and protein entrapment.

Kesimpulan (rangkum pentingnya): Our study removes one key obstacle for the applications of DNA crystals and offers many new opportunities in DNA nanotechnology.

Apa yang membuat abstrak baik? Yang mana dari yang berikut ini mencirikan abstrak yang baik?

Abstrak yang baik fokus pada pentingnya dan temuan penelitian dan tidak menceritakan kembali setiap bagian dari manuskrip.

Isi

Semakin mudah manuskrip dibaca dan dipahami, semakin besar kemungkinan pembaca akan menikmatinya, mensitasinya, dan membangun bersama penelitian kita. Untuk menyediakan konteks bagi pembaca, coba tanyakan dan jawab pertanyaan ini, “Bagaimana penelitian saya sesuai dengan state-of-the-art dalam bidang ini?” Kemudian kita tulis ceritanya dengan menghubungkan penelitian kita sekarang dengan literatur sebelumnya. Kita harus menghindari hanya menumpuk semua data yang telah kita kumpulkan dalam manuskrip. Sebagai gantinya, coba untuk membagi detail percobaan yang akan mengizinkan pembaca melakukan percobaan yang sama dan menghasilkan kembali hasil yang kita masukkan dalam manuskrip. Seringkali membagi hasil yang tidak diharapkan atau gagal juga berguna sehingga pembaca dapat memahami batas penelitian yang kita publikasikan. Terakhir, uraikan secara realistis bagaimana penelitian anda menggerakkan bidang tersebut maju, dan sebutkan arah ke depan potensial bagi temuan anda.

Tulisan ilmiah yang jelek mengandung detail yang tidak perlu dan kalimat pasif, yang keduanya dapat membahayakan kemudahan dibaca. Tulisan ilmiah yang efektif adalah sederhana, jelas dan akurat. Menjaga ketertarikan pembaca adalah penting. Kita ingin pembaca membaca manuskrip seluruhnya, tidak menyerah hanya sampai setengahnya. Untuk menjaga orang tetap membaca, sebaiknya kita menggunakan bahasa aktif, ringkas, dengan memakai kalimat pendek. Kalimat panjang sebaiknya dipecah menjadi beberapa kalimat pendek. Dengan melakukan hal itu, manuskrip “dapat dipahami” dan “ramah pembaca.”

Ketika kalimat berada dalam suara aktif, subyek kalimat sedang melakukan tindakan. Suara aktif adalah langsung dan berbicara. Ketika kalimat berada dalam suara pasif, subyek kalimat dikenai tindakan. Kalimat pasif adalah tidak langsung dan sering menyebabkan kebingungan. Akan tetapi, kalimat pasif mempunyai tempat sendiri. Jika kita tidak tahu siapa yang melakukan tindakan, tidak penting untuk tahu, atau kita lebih suka untuk tidak menetapkan siapa yang melakukan tindakan, suara pasif dapat diterima. Ini sering ditemukan dalam bagian Metode, dimana obyek seperti sampel atau senyawa kimia tertentu, adalah fokus dari kalimat.

Sitasi yang baik menyediakan sumber tambahan bagi pembaca, seperti bahan latar belakang, isu yang memotivasi penelitian, prosedur dan banyak lagi. Kita tidak mungkin mensitasi setiap pustaka yang terkait dengan topik kita. Kita hanya perlu menunjukkan bahwa kita mempunyai pengetahuan tentang kemajuan terkini dalam bidang yang kita pelajari dengan memilih pustaka yang memperkuat kredibilitas hasil kita dan meletakkan kalimat kita dalam konteks yang sesuai. Kita juga perlu mensitasi penelitian yang lebih lama untuk menghargai orang yang pertama kali mengeluarkan ide, pendekatan atau analisa. Untuk semua sitasi, kita harus membiasakan diri dengan ruang lingkup setiap sumber untuk menjamin relevansinya. Mensitasi penelitian kita sendiri mungkin perlu, tetapi sebaiknya tidak berlebihan. Kita sebaiknya juga mensitasi penelitian tidak hanya dari satu peneliti atau institusi. Periksa lagi bahwa sitasi merujuk ke publikasi orisinil yang kita maksudkan untuk disitasi dan bahwa isinya dapat diakses oleh pembaca.

Sekarang kita tahu betapa pentingnya memamerkan penelitian yang kita kerjakan dan menerapkan teknik untuk menulis manuskrip yang menarik yang menyebabkan manuskrip kita dikenali.

(hs)

By Lab Elkimkor

We belong to the Department of Chemical Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s