Menata artikel untuk publikasi jurnal (Bag. 2)

Oleh: Heru Setyawan

Balik ke Bag. 1

Gambar 1. Membangun artikel.

Setelah memahami bagaimana membangun sebuah artikel dengan urutan seperti Gambar 1, sekarang kita lanjutkan dengan Pendahuluan. Pendahuluan digunakan untuk menyediakan konteks bagi sebuah naskah, dan meyakinkan pembaca mengapa penelitian yang ditulis memajukan bidang ilmu terkait. Oleh sebab itu, Pendahuluan dibuat ringkas tetapi cukup memberi informasi kepada pembaca mengapa penelitian ini penting. Pendahuluan dari Surat (Letters) lebih singkat, kadang-kadang hanya satu paragraf. Bagian ini tidak harus menjadi pelajaran sejarah tetapi benar-benar memasukkan penelitian publikasi utama dimana penelitian yang ditulis didasarkan. Sitasi beberapa artikel orisinil dan penting, termasuk artikel telaah ulang terkini, untuk memberi kesan kepada pembaca bagaimana penelitian yang ditulis pas masuk dalam literatur bidang ilmu terkait. Akan tetapi, perhatikan untuk tidak mensitasi pustaka yang tidak relevan, termasuk milik sendiri.

Masalah yang dicoba untuk diselesaikan harus dengan jelas diuraikan dalam Pendahuluan. Selain itu, penyelesaian dan batasannya juga harus diidentifikasi dan dijelaskan. Perspektif yang konsisten dengan jurnal dimana artikel ini akan dikirim harus diberikan dengan baik. Meskipun cukup menggoda untuk menggunakan kembali Pendahuluan dari makalah kita sebelumnya pada penelitian serupa, hal ini sebaiknya tidak dilakukan. Setiap makalah harus menyajikan hasil baru dan penelitian harus dimotivasi secara spesifik. Ini membutuhkan pendahuluan yang berbeda dan khas setiap kali.

Sekarang beralih ke Metode. Bagian Metode menggambarkan bagaimana masalah penelitian dipelajari. Sangat penting untuk diingat bahwa metode harus diuraikan secara rinci. Bayangkan ketika menulis ini bahwa nantinya pembaca yang memiliki pengetahuan akan mampu mengulang kembali percobaan tersebut. Prosedur yang telah dipublikasi sebelumnya tidak harus ditulis kembali secara rinci. Ini dapat dicatat di Pustaka atau diuraikan dalam bagian Bahan Pendukung. Alat dan bahan yang digunakan harus diidentifikasi, bersama dengan sumbernya jika ada peluang perbedaan mutu alat tersebut. Jika penelitian adalah komputasi atau teoritis, metode kode, komputasi atau analitik harus diuraikan.

Jika penelitian melibatkan manusia atau hewan, standar etika yang berlaku harus diikuti, mis.: versi terakhir deklarasi Helsinki dan/atau panduan percobaan hewan (lokal, nasional atau internasional) yang relevan. Persetujuan dewan etika lokal diperlukan dan harus selalu ditetapkan pada titik ini dalam naskah, surat pengantar atau sistem pengiriman daring. Akan tetapi, meskipun ada persetujuan dewan etika lokal, tidak ada jaminan bahwa editor juga akan setuju bahwa penelitian dilakukan dalam cara yang dapat diterima.

Bagian Hasil menyampaikan hasil-hasil penting penelitian. Data yang dipaparkan sebaiknya hanya data yang penting untuk pembahasan, maksudnya hanya data yang tingkat kepentingannya primer saja yang dibagi. Data yang tingkat kepentingannya sekunder ditaruh dalam bagian Bahan Pendukung atau Pelengkap (Supporting or Supplementary Materials). Akan tetapi, jangan “berusaha” untuk menyembunyikan data dengan harapan untuk menyimpannya untuk makalah berikutnya, atau memecah hasil satu proyek menjadi beberapa makalah. Ini mengencerkan pengaruh penelitian dan mengakibatkan makalah mutu rendah. Hal ini juga bisa menyebabkan kurangnya bukti untuk memperkuat kesimpulan.

Apabila diperlukan, sub-judul dapat digunakan untuk menjaga hasil yang memiliki tipe yang sama bersama-sama. Ini akan lebih memudahkan hasil untuk ditelaah dan dibaca. Sub-judul bisa diberi nomor untuk memudahkan acuan silang internal. Data diurutkan dengan logis agar jalan cerita mengalir dengan baik dan menjadi jelas. Temuan yang memberi pemahaman lanjut dalam bidang ilmu yang dibahas, atau yang berbeda dengan temuan sebelumnya harus disorot dengan tajam dan hasil-hasil yang tidak diharapkan juga harus dijelaskan.

Ilustrasi, termasuk gambar dan tabel, adalah cara yang paling efisien untuk menyajikan hasil. Data merupakan “gaya pendorong sebuah makalah”. Jadi, gambar dan ilustrasi adalah kritis dan mereka digunakan hanya untuk menyajikan data yang penting saja. Judul gambar harus singkat dan harus mengandung cukup penjelasan rinci untuk menjelaskan gambar tanpa perlu merujuk ke teks. Gunakan warna hanya jika diperlukan. Jika gaya garis yang berbeda dapat menjelaskan arti, jangan gunakan warna atau pengaruh lain yang dapat mengalihkan perhatian dari isi dan mungkin tidak tampak ketika dicetak dalam hitam dan putih.

Grafik sering digunakan untuk membandingkan hasil percobaan dengan hasil penelitian sebelumnya, atau dengan nilai perhitungan/teoritis. Grafik sebaiknya tidak tampak terlalu ramai. Sebagai panduan umum, paling banyak batasi 3 sampai 4 himpunan data dalam satu gambar. Gunakan skala yang dipilih dengan baik, beri label sumbu-sumbu dengan jelas, dan gunakan simbol yang berbeda sehingga orang dapat dengan cepat membedakan antar himpunan data.

Sering, tabel memberikan hasil percobaan aktual. Jangan memasukkan tabel panjang yang membosankan jika tidak benar-benar dibutuhkan (jika tidak, taruh tabel dalam bagian Bahan Pendukung), dan buat tabel mudah dibaca. Setiap foto atau gambar harus disajikan dengan penanda skala dan resolusi harus jelas.

Berikutnya adalah bagian Pembahasan dimana pada bagian ini hasil diinterpretasikan. Ini adalah bagian paling penting dari sebuah artikel dimana disinilah tempat untuk menjual data. Banyak sekali naskah yang ditolak karena Pembahasan lemah atau hanya menggambarkan hasil. Pastikan Pembahasan saling berkaitan dan melengkapi hasil, tetapi jangan dengan sederhana mengulangi hasil. Bandingkan hasil publikasi lain dengan hasil penelitian yang diperoleh sendiri, dan jangan mengabaikan hasil yang tidak sesuai dengan hasil kita. Lawankan dan yakinkan pembaca bahwa hasil kita benar atau lebih baik.

Pernyataan yang tidak didukung hasil selayaknya tidak digunakan. Dalam membahas sebaiknya juga tidak menggunakan pernyataan yang tidak spesifik seperti “suhu yang lebih tinggi” atau “laju yang lebih rendah”, tetapi akan lebih baik menggunakan deskripsi kuantitatif. Istilah-istilah baru yang belum terdenifinisi dengan baik sebaiknya juga dihindari. Hindari juga spekulasi pada interpretasi yang didasarkan pada imajinasi yang tidak berakar pada fakta. Karena bisa jadi Hasil dan Pembahasan ini perlu direvisi dan jika pembahasan tidak didukung data mungkin mengakibatkan banyak kerja tambahan yang harus dilakukan yang meliputi, mis.: percobaan lanjutan, penurunan atau simulasi. Kadang-kadang, gagasan mungkin tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata karena beberapa hal kritis belum dipelajari secara substansial. Oleh sebab itu, pastikan bahwa semua pesan telah lengkap sebelum mulai menulis atau mengirim artikel.

Berikutnya adalah membuat Kesimpulan yang salah satunya digunakan untuk menunjukkan bagaimana penelitian yang kita lakukan memajukan bidang ilmu terkait. Kesimpulan harus jelas untuk membantu penelaah sejawat dan editor menilai penelitian kita dan dampaknya. Berikan pembenaran yang jelas bagaimana penelitian kita memajukan bidang ilmu. Ini dapat dicapai dengan menunjukkan pemakaian, pengembangan atau aplikasi dari penelitian kita. Jangan mengulangi abstrak disini. Abstrak dan Kesimpulan melayani tujuan yang berbeda meskipun beberapa pesan yang sama disampaikan. Juga, jangan membuat daftar hasil percobaan disini – pernyataan kembali hasil yang kurang berarti tidak dapat diterima di bagian ini. Sarankan percobaan berikutnya yang membangun penelitian kita dan tunjukkan percobaan yang relevan yang telah berlangsung.

Pada bagian Ucapan Terima Kasih, sebutkan entitas-entitas penting yang kita ingin berterima kasih kepadanya seperti pembimbing, penyokong dana, dan korektor.

Daftar Pustaka adalah tempat dimana publikasi utama yang mendasari penelitian kita disitasi. Berikut akan diberikan beberapa petunjuk yang mungkin bisa digunakan untuk menulis daftar pustaka dengan tepat.

  1. Jangan terlalu banyak memasukkan pustaka, khususnya jika keterkaitannya hanya bersinggungan saja.
  2. Pastikan bahan yang dijadikan rujukan terserap penuh dan dipahami. Jangan mengandalkan membaca kutipan atau kalimat yang terisolasi. Ketahui dengan baik apa yang dirujuk!
  3. Hindari sitasi pekerjaan sendiri atau dari satu daerah atau institusi
    secara berlebihan.
  4. Periksa Panduan untuk Penulis untuk memastikan format yang sesuai. Penyajian dalam format yang benar adalah tanggung jawab penulis, bukan editor. Buat editor bekerja lebih mudah dan mereka akan menghargai usaha tersebut.

Disadur dari Modul Pembelajaran Elsevier Researcher Academy: “Structuring your Article Correctly.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s