Categories
NEWS!

Mengapa pindah dari lithium?

Oleh-oleh dari International Conference on Advances in Chemical, Biological and Environmental Engineering (ICACBEE 2021) India.

Pertanyaan di atas disampaikan oleh Dr. Alexey Glushenkov dari Autralian National University sebagai pembicara kunci dalam ICACBEE 2021 yang diselenggarakan oleh Department of Chemical Engineering, Malaviya National Institute of Technology Jaipur, India, tanggal 23-24 April 2021. Paparan tersebut disampaikan dalam sesi yang sama dengan saya yang juga diundang sebagai pembicara kunci dalam konferensi tersebut. Topik yang saya bawakan berjudul: Cellulose-based advanced functional materials derived from coir fibers.

Print screen salah satu ppt Dr. Alexey Glushenkov (Australian National University) dalam paparannya sebagai pembicara kunci dalam In ICACBEE 2021).

Kembali ke pertanyaan Dr. Glushenkov. Ia mengemukakan ada tiga alasan utama mengapa perlu berpindah dari lithium. Alasan pertama adalah lithium adalah logam yang tersedia di alam dalam jumlah yang relatif kecil dan sumber utamanya hanya ada di empat negara, yaitu: Chili, Bolivia, china dan Australia. Selain itu, harganya harga sensitif untuk adopsi skala besar baterai. Dan yang terakhir, harga baterai lithium-ion adalah fungsi dari harga Li, Ni dan Cu.

Melihat ketersediannya, logam lain yang bisa menjadi pilihan yang menjanjikan adalah potasium dan sodium. Baterai potasium-ion (K-ion) tampaknya mulai muncul sebagai alternatif yang menjanjikan dilihat dari jumlah publikasi yang terus meningkat. Publikasi pertama mengenai baterai K-ion muncul pertama kali sekitar tahun 2004 dalam J. Power Sources dan terus mengalami kenaikan. Tahun 2019 ada kira-kira 450 publikasi yang terkait dengan baterai K-ion.

“Rocking chair” battery on K+ ion.

Konsep baterai K-ion adalah sejajar dengan baterai Li-ion dimana reaksi redoks terjadi pada kedua elektroda. kedua baterai memakai prinsip kursi bergoyang dimana ion pembawa bergerak antara elektroda negatif dan positif. Bahan elektroda dan elektrolit adalah komponen kritis yang memungkinkan operasi dan mendefinisikan kapasitas, densitas energi dan umur siklus.

By Elkimkor

We belongs to the Dept. of Chemical Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. We aim to advance chemical engineering education through research on processing natural resources by addressing issues on energy, biomedical, and environmental.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s