Categories
Articles

Cara teknologi pembersih udara memerangkap dan memerangi virus

Majalah digital C&EN dalam terbitan bulan Juni 2021 (disini), bekerjasama dengan blogger pendidik kimia dan senyawa Andy Brunning, menjelaskan sains di belakang bagaimana berbagai macam metode pembersih udara menghilangkan virus seperti SARS-CoV-2 dari udara. Pandemi Covid-2019 telah memperbarui lagi daya tarik terhadap sistem pembersih udara. Empat teknologi yang digunakan dalam sistem ini dan bagaimana mereka memerangi virus di udara dijelaskan dalam bentuk grafik periodik (disini). Keempat teknologi tersebut adalah: (1) Filter HEPA, (2) Ionisasi bipolar, (3) sinar UVC, dan (4) Fotokatalisis.

Filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air)

Filter HEPA memakai serat polietilena atau serat kaca (fiberglass) untuk memerangkap partikel (lihat disini). Agar disertifikasi HEPA, filter harus menghilangkan 99,7% partikel berdiameter 0,3 mikrometer dari udara. Bukti klinis mendemonstrasikan bahwa filter HEPA mengurangi infeksi virus di rumah sakit.

Ketika udara yang mengandung partikel melewati filter HEPA, partikel kecil yang berukuran < 0,1 mikrometer akan berdifusi ke dalam serat. Sementara itu, partikel besar yang berukuran > 0,4 mikrometer menabrak serat langsung, dan partikel yang lebih kecil menyinggung pinggiran serat ketika aliran melalui serat.

Ionisasi bipolar

Beberapa pembersih udara memakai elektroda tegangan tinggi untuk mengionisasi molekul di udara (lihat disini). Ion-ion ini bereaksi dengan protein pada permukaan virus, yang mencegah virus menginfeksi sel. Hanya ada sedikit penelitian mengenai efektivitas metode ini di luar laboratorium, dan ionisasi dapat membentuk ozon, yang mengiritasi saluran pernapasan.

Sinar ultraviolet C (UVC)

Sinar UVC menyebabkan basa dalam DNA dan RNA melebur, mendeaktivasi virus (membuat virus tidak aktif) (lihat disini). Mekanisme yang sama dapat merusak DNA dan RNA manusia. Tetapi sinar UVC jauh (222 nm) lebih aman karena sel kulit mati menyerapnya sebelum mencapai sel kulit hidup. Sinar UVC dalam saluran ventilasi mampu mendeaktivasi virus di udara.

Fotokatalisis

Sinar UV yang menyinari beberapa bahan, mis.: titanium dioksida, melepaskan elektron dan meninggalkan lubang bermuatan listrik positif. Molekul di udara bereaksi dengan elektron atau lubang untuk membangkitkan spesies oksigen reaktif, yang merusak molekul yang menyusun virus (lihat disini).

Grafik Periodik

Dari: C&N Digital Magazine, June 21, 2021.

By Elkimkor

We belongs to the Dept. of Chemical Engineering, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. We aim to advance chemical engineering education through research on processing natural resources by addressing issues on energy, biomedical, and environmental.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s