Tag Archives: Jurnal Ilmiah

Menata artikel untuk publikasi jurnal (Bag. 1)

Oleh: Heru Setyawan

Gambar 1. Membangun artikel.

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memberi saran bagaimana menata dan membangun dengan baik artikel yang akan dikirim ke jurnal ilmiah untuk publikasi. Artikel penelitian mengandung beberapa bagian dan masing-masing bagian mempunyai tujuan tertentu. Struktur umum artikel penelitian adalah sebagai berikut:

  • Judul (Title)
  • Abstrak (Abstract)
  • Kata kunci (Keywords)
  • Pendahuluan (Introduction)
  • Metode (Methods)
  • Hasil dan Pembahasan (Results and Discussion)
  • Kesimpulan (Conclusion)
  • Ucapan terima kasih (Acknowledgement)
  • Pustaka (References)
  • Bahan pendukung (Supporting Materials)

Teks utama sebuah artikel dirangkum dengan singkatan PMHDP: Pendahuluan, Metode, Hasil dan Pembahasan. Disinilah hasil penelitian dipaparkan dan membawa pesan dan temuan utama secara efektif. Ingat bahwa waktu pembaca bukan tak terbatas. Oleh sebab itu, artikel harus ditulis seringkas mungkin.

Kelompok bagian terakhir membawa kepada akhir naskah dan meliputi Kesimpulan, Ucapan terima kasih, Pustaka dan Bahan pendukung. Akan tetapi, ini hanyalah pengelompokan buatan dan urutannya bisa berubah. Beberapa jurnal meminta agar bagian Pembahasan digabung dengan Kesimpulan dan Hasil. Yang lain mensyaratkan bagian tersebut mandiri. Ada juga yang memiliki susunan urutan yang berbeda (mis.: Metode ditaruh setelah Hasil dan Pembahasan).

Marilah kita lihat masing-masing bagian dan apa isinya, mulai dengan Judul. Judul yang efektif memiliki ciri tertentu, antara lain:

  1. Menarik perhatian pembaca
  2. Mengandung kata sesedikit mungkin
  3. Menggambarkan isi dengan tepat
  4. Informatif tetapi singkat
  5. Mengidentifikasi isu utama
  6. Tidak menggunakan jargon teknik dan singkatan, tetapi menggunakan bahasa formal

Lebih baik judul dibahas dengan ko-penulis. Ingat bahwa Editor dan Penelaah sejawat tidak suka judul yang tidak masuk akal dan gagal mewakili pokok bahasan dengan tepat. Yang mungkin lebih penting lagi adalah bahwa agar makalah yang ditulis dibaca oleh orang yang tepat. Jika judul tidak akurat, orang yang tepat mungkin tidak membacanya, dan masyarakat mungkin tidak menyadari pentingnya hasil penelitian tersebut. Ini bahkan dapat mengarah pada sitasi yang rendah daripada yang seharusnya diterima.

Menentukan urutan penulis dalam sebuah makalah adalah beragam tergantung pada disiplin ilmu dan budaya. Akan tetapi, aturan umumnya adalah bahwa penulis pertama (first author) adalah orang yang melakukan atau mensupervisi pengumpulan data, analisis, penyajian dan interpretasi hasil, dan juga menuliskan namanya bersama-sama untuk publikasi. Penulis koresponden (corresponding author) dapat penulis pertama atau, kadang-kadang penulis senior dari institusi. Penulis “hantu” dan penulis “hadiah” harus dihindari. Penulis hantu artinya tidak mencantumkan penulis yang berperan serta dalam penelitian sedangkan penulis hadiah adalah mencantumkan penulis yang tidak berperan. Yang juga harus selalu diingat adalah penulisan nama harus konsisten.

Kata kunci adalah label atau tanda untuk sebuah naskah yang digunakan oleh layanan pengindeks dan pengabstrak. Hindari pemakaian kata yang mempunyai makna yang luas. Kata kunci harus cukup spesifik yang dapat memberitahu dengan sangat cepat gagasan tentang isi sebuah makalah. Hindari singkatan kecuali hanya yang sudah benar-benar mapan dalam sebuah bidang ilmu, mis.: DNA. Periksa Panduan untuk Penulis untuk ketentuan-ketentuan kata kunci yang harus digunakan. Berikut adalah contoh kata kunci yang terkait dengan sebuah artikel dari ScienceDirect:

  • Judul artikel: “An experimental study on evacuated tube solar collector using supercritical CO2
  • Kata kunci: Solar collector; supercritical CO2; solar energy; solar thermal utilization.

Jika judul sudah menarik perhatian pembaca, biasanya mereka melanjutkan dengan membaca abstrak. Abstrak tersedia secara bebas dalam layanan pengabstrak dan pengindeks elektronik, mis.: Scopus, PubMed, Medline dan Embase. Oleh sebab itu, abstrak harus berupa paragraf tunggal mandiri yang menyarikan masalah, metoda, hasil dan kesimpulan. Abstrak bertindak sebagai sebuah iklan untuk sebuah artikel karena abstrak tersedia secara bebas melalui pencari dan pengindeks daring. Oleh sebab itu abstrak harus dibuat menarik dan seakurat mungkin agar memiliki dampak terbesar. Abstrak yang ditulis dengan sangat jelas akan mendorong pembaca untuk membaca seluruh artikel. Namun demikian abstrak harus ditulis sesingkat mungkin. Luangkan waktu untuk menulis abstrak dengan hati-hati. Banyak penulis menulis abstrak terakhir setelah semua bagian artikel selesai sehingga abstrak mampu mencerminkan dengan akurat isi makalah.

Kemudian bagaimana proses membangun sebuah artikel? Urutan menulis artikel tidak sama seperti ketika membacanya. Untuk sebagian besar bidang ilmu, cara yang paling efisien adalah memandang naskah sebagai sebuah dinding, dan membangunnya bata demi bata, seperti ditunjukkan pada Gambar 1. Langkah pertama adalah membuat tabel dan gambar, lengkap dengan keterangan/judul gambar. Kemudian baru menguraikan Metoda yang digunakan, Hasil yang ditemukan dan Pembahasan sekitar hasil tersebut. Kesimpulan harus mengalir dengan baik dari sini dengan mudah. Setelah itu baru menulis Pendahuluan, untuk menunjukkan dimana kerja penelitian yang sedang ditulis ini berada didalam bidang ilmu terkait secara keseluruhan. Terakhir, baru ditulis Judul, Abstrak dan Kata kunci. Proses membangun artikel ini lebih mudah, lebih masuk akal dan lebih efektif daripada mencoba menulis sebuah artikel dengan urutan seperti ketika membacanya.

Lanjut ke Bag. 2…

Diolah dari Modul Pembelajaran Elsevier Researcher Academy: “Structuring your article correctly“.

Peer review dan jurnal ilmiah

mjlhHeadline tabloid nasional seringkali diberi judul yang sensasional, mis.: “Kaki Lebih Indah dalam 14 Hari”, “Ini Loh Restoran Favorit Para Idol K-Pop untuk Kencan”, dsb., untuk menarik pembaca. Tabloid seperti Nyata, Nova dan Bintang menjual berita yang sensasional untuk menarik pembaca, dan sebagian besar pembaca hanya percaya sebagian dari apa yang ditulis. Orang yang lebih tertarik dengan berita daripada gosip dapat membeli publikasi seperti Republika, IntisariJakarta Post, atau Kompas. Koran atau majalah tersebut memberikan informasi tentang berita dan peristiwa terkini, yang mungkin juga termasuk kemajuan sains terkini. Tetapi dimana orang memperoleh informasi ilmiahnya? Majalah berita menggaji orang untuk membaca jurnal spesial dimana ilmuwan mempublikasikan temuan risetnya. Jurnal ilmiah dapat memberikan informasi terpercaya karena adanya proses yang disebut “peer review”, dimana ilmuwan lain (peer/mitra bestari) mengevaluasi nilai dan kredibilitas riset sebelum mengijinkannya muncul dalam media cetak.

Peer review dilakukan oleh ilmuwan yang tidak terlibat secara langsung dengan riset yang sedang dievaluasi. Faktanya, mitra bestari sering pesaing ilmiah. Untuk menghilangkan penyimpangan dari proses review, sebagian besar manuskrip (artikel sebelum publikasi) dipertimbangkan secara independent oleh dua atau tiga mitra bestari. Mitra bestari mempertimbangkan keabsahan pendekatan, pentingnya dan originalitas temuan, ketertarikan dan keterkinian terhadap masyarakat ilmiah, dan kejelasan penulisan. Mitra bestari dapat memberikan umpan balik pada manuskrip yang mereka baca. Editor jurnal mengandalkan umpan balik peer- review untuk menuntun keputusan publikasinya, dan penulis menggunakan komentar mitra bestari untuk memperbaiki tulisan pada manuskripnya dan percobaan didalamnya. Editor jurnal kadang-kadang harus menyelesaikan isu terkait dengan konflik kepentingan antar mitra bestari; identitas mitra bestari umumnya tidak diungkap kepada penulis manuskrip. Aturan terakhir ini dimaksudkan untuk membebaskan mitra bestari dari tekanan sosial, yang mengijinkan mereka mempertimbangkan hanya berdasarkan kualitas sains didepannya.

Mitra bestari diharapkan menjaga informasi dalam manuskrip konfidensial sampai publikasi. Manuskrip umumnya mengalami beberapa putaran revisi oleh penulis sebelum dikirim ke jurnal untuk peer review. Jurnal bervariasi dalam selektivitas dan fokusnya. Sebagai contoh, jurnal Advanced Powder Technology mempublikasikan artikel berbagai bidang tetapi dipersyaratkan ada diskusi tentang powder dan partikel didalam artikel; jurnal Asia-Pacific Journal of Chemical Engineering mempublikasikan artikel yang terkait dengan teknik kimia dan bidang-bidang spesialisasinya. Sebagai akibatnya, manuskrip umumnya pertama kali dikirim ke jurnal yang banyak dibaca yang mungkin untuk mempublikasian hasil risetnya. Jika jurnal tersebut menolak untuk mempublikasi manuskrip tersebut, manuskrip dapat dikirim ke jurnal lain untuk dipertimbangkan.

Sistem peer review menjamin informasi yang disampaikan dalam jurnal ilmiah lebih kredibel. Meskipun upaya terbaik telah dilakukan oleh mitra bestari, tetap saja ada penyimpangan ilmiah dan data yang tidak benar atau tidak dapat dipertanggung jawabkan. Sebagai contoh, dua puluh lima paper yang dipublikasi oleh Jan Hendrick Schon antara tahun 2000 dan 2003 dipertanyakan karena data dari percobaan kunci yang berhubungan dengan duperkonduktivitas tidak didokumentasikan dengan baik dan beberapa sampel kontrol tidak dilaporkan dengan tepat. Paling tidak enam belas dari paper tersebut telah dideklarasi palsu, dan jurnal Science telah menarik delapan dari paper Schon. Masyarakat ilmiah juga telah ternoda dengan kasus penipuan dan pemalsuan. Sebagai contoh, pada tahun 1947 William T. Summerlin menggunakan pena berujung bulu untuk mengubah warna bulu beberapa tikus dalam upayanya untuk meyakinkan metornya bahwa ia telah berhasil mencangkok kulit antara strain tikus yang berbeda.

Kasus penyimpangan ilmiah jarang tetapi penting karena publisitas yang mereka terima begitu mereka ditemukan, mengikis kepercayaan masyarakat dalam sistem peer review dan sains itu sendiri. Salah satu landasan ilmiah adalah bahwa temuan ilmiah harus dapat direproduksi dan didokumentasikan dengan baik. Banyak contoh penyimpangan ilmiah telah dipaparkan ketika ilmuwan lain tidak mampu mereproduksi data yang dilaporkan. Sebagai contoh, pada tahun 1989 Stanley dan Martin Fleichmann mengumumkan kepada dunia bahwa mereka telah menemukan “cold fusion“, sumber energi yang mungkin tak terbatas. Ketika ilmuwan lain tidak mampu mengulangi pekerjaan tersebut, temuan tersebut tidak lagi dipercaya. Untuk menjaga hal-hal seperti diatas tidak terjadi, artikel ilmiah memasukkan uraian rinci protokol percobaan yang memungkinkan ilmuwan lain mengulangi percobaan.