Nanopartikel magnetite dari besi bekas mengantarkan Puspita meraih doktor teknik kimia

Besi banyak sekali dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Besi, apabila terpapar ke udara terbuka, cenderung berkarat yang ditandai dengan berubahnya warna permukaan besi menjadi coklat kekuning-kuningan, hijau atau bahkan hitam. Warna yang berbeda dari karat besi tersebut tergantung pada oksida besi yang terbentuk yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan terbentuknya karat besi. Terinspirasi oleh fenomena tersebut, … Continue reading Nanopartikel magnetite dari besi bekas mengantarkan Puspita meraih doktor teknik kimia

Sulap elektrokimia

Dalam kimia, banyak hal dalam kehidupan sehari-hari yang bagi orang awam sangat mempesona tetapi sebenarnya sesuatu yang sangat biasa. Dr. Joe Schwarcz, Direktur McGill University Office for Chemistry and Society, Kanada, dalam bukunya "The Genie in the Bottle" memberikan beberapa pandangan singkat tentang bagaimana kimia ini bekerja dalam dunia yang kompleks. Bagi generasi yang masa … Continue reading Sulap elektrokimia

Nanopartikel yang menjanjikan untuk baterai pemasok listrik di daerah 3T

Skema katoda baterai logam-udara. Peneliti di Laboratorium Elektrokimia dan Korosi, Departemen Kimia ITS telah mengembangkan teknologi berbasis nanopartikel mangan dioksida yang dapat digunakan sebagai pengganti katalis Pt yang harganya mahal untuk reaksi reduksi oksigen. Nanopartikel ini dibuat dengan elektrolisis larutan kalium permanganat dalam air. Dengan mengatur keasaman larutan, morfologi nanopartikel mangan dioksida dapat diatur menjadi … Continue reading Nanopartikel yang menjanjikan untuk baterai pemasok listrik di daerah 3T

Pilar elektrokimia modern: 1/4 pertama abad 19

Pilar elektrokimia modern: Jalinan Kelahiran Pada artikel sebelumnya telah diuraikan tentang jalinan lahirnya elektrokimia modern (lihat disini). Berikut ini akan diuraikan perkembangan dan penemu elektrokimia modern pada seperempat pertama abad ke-19. Seperti telah diuraikan sebelumnya, kredit untuk peletakan tonggak elektrokimia modern diberikan kepada Alessandro Giuseppe Anastasio Volta (1745-1827). Ia adalah profesor filosofi alam pada Universitas … Continue reading Pilar elektrokimia modern: 1/4 pertama abad 19

Pilar elektrokimia modern: Jalinan kelahiran

Pilar elektrokimia modern dipandang berasal dari tumpukan kerja percobaan yang dilakukan oleh Alessandro Volta pada tahun 1800. Meskipun jauh sebelum masa itu, berdasarkan bukti arkeologi, telah dikenal baterai primitif (disebut baterai Baghdad) yang digunakan untuk electroplating di Mesopotamia pada tahun 200 SM. Volta terinspirasi oleh percobaan kaki katak yang dilakukan oleh Galvani, yang meyimpulkan fenomena … Continue reading Pilar elektrokimia modern: Jalinan kelahiran

Baterai dan jenisnya

Baterai adalah salah satu alat penting untuk penyimpan dan konversi energi yang bekerja berdasarkan prinsip elektrokimia. Jadi, baterai sebenarnya merupakan sebuah sel elektrokimia. Berdasarkan cara kerjanya, sel elektrokimia dapat dibagi menjadi dua, yaitu: sel galvanis dan sel elektrolisa. Sel galvanis, yang juga disebut sel volta, merubah energi kimia menjadi kerja listrik sedangkan sel elektrolisa merubah … Continue reading Baterai dan jenisnya